Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » Diduga Ada Persekongkolan Jahat, Angkot Modern Harus Dibatalkan

KOTA BOGOR - Batalnya launching Angkot Modern karena kinerja Dinas Perhubungan (Dishub) yang tak mampu menyelesaikan surat-suratnya armada, menuai sorotan tajam dari berbagai pihak.

Salah satu kritikan pedas dilontarkan Ketua GP PC Ansor Kota Bogor Rahmat Imron Hidayat. Soal Angkot Modern menurutya tidak jelas, karena kajiannya ngawur dan terkesan terburu - buru.

Sehingga, dirinya menduga ada persekongkolan jahat antara Pemkot dengan pemilik armada. 
Kedua Angkot Moderen juga memang belum ada lisensi dari Kementrian Perhubugan (Kemenhub). 

Padahal kontek angkutan publik harus ada lisesni dari Kemenhub, semua atutan harus dipenuhi. Karena menyangkut keselamatan nyawa orang, tak bisa hanya mengedepankan kenyamanan dengan memperlengkap fasilitas.

"Angkot Modern ini aturannya belum ditempuh, tapi akan memaksakan dilaunching. Kalau di paksakan seperti ini pasti ada kongkalikong yang ujung-ujungnya hanya mencari keuntungan bukan memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Romy sapaan akrabnya ketua GP Ansor itu, Rabu (26/09/2018).

Untuk itu, dirinya meminta Angkot Modern agar dikaji secara konferenship dan dibatalkan. Karena tidak menjadi kebutuhan masyarakat Kota Bogor.

"Ya, itu harus dibatalkan, Angkot Modern kan bukan keinginan dan kebutuhan masyarakat. Tetapi hanya keinginan pejabat Pemkot yang akan mengambil keuntungan dari pemilik armada angkutan," tegasnya.

Sementara Anggota Komisi I DPRD Kota Bogor, Jatirin mengatakan, angkot modern itu program Dishub yang tiba-tiba muncul, karena sebelumnya tidak pernah ada dalam pembahasan.

"Wacana yang selama ini dibahas untuk mengatasi kemacetan di Kota Bogor itu adalah konversi 3 angkot menjadi 1 bus sedang dan rerouting. Sampai sekarang semua wacana itu tidak jelas lanjutannya, tapi tiba-tiba launching Angkot Modern," kata Jatirin.

Masih kata dia, kalau memang Angkot Modern itu diciptakan untuk kebutuhan masyarakat, ia mengaku mendukung, tapi semua program harus dilakukan kajian yang matang.

Dari pada membuat program cepat tapi tak jelas, lebih baik membuat program lama tapi pasti. Silahkan lakukan kajian yang matang apapun programnya dan DPRD sebagai wakil rakyat akan mendorong dari sisi anggarannya.

"Kalau kajiannya jelas, manfaatnya jelas pasti kami dukung, tapi kalau tidak jelas kajiannya buat apa," tandasnya. (MTH)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply