Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » » Pembuatan Akta Kelahiran Massal Di SDN 02 Cicadas Disoal Pemdes

KAB.BOGOR - Pembuatan Akta Kelahiran massal bagi 350 siswa SDN 02 Cicadas mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 yang di Kampung Cibuntu Tengah, Desa Cicadas, Kecamatan Ciampea, pada Rabu (15/8) lalu di soal Pemerintah Desa Cicadas.

Pasalnya, pembuatan akta kelahiran massal yang bekerjasama dengan Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) dan didukung Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor itu tidak memberi laporan apapun kepada Pemerintah Desa sehinga dinilai kangkangi pemerintah desa setempat.

"Meski kegiatan pembuatan akta kelahiran bagi 350 siswa di sekolah itu secara umum tidak menyalahi aturan. Tapi secara internal Kepemerintahan Desa, kami dari jajaran desa tidak pernah mendapat laporan secara resmi dan tertulis seperti apa yang katakan oleh salah seorang guru yang juga anggota BPD Cicadas. Jelas saja kegiatan sekolah tersebut sudah mengkangkangi kami," tutur Kepala Desa Cicadas, Abdul Jaya kepada wartawan, Jumat (24/8/18).

Kades menambahkan, semestinya kegiatan pelaksanaan yang dilakukan oleh pihak sekolah yang berkaitan erat dengan administrasi kependudukan salah satu diantaranya akte kelahiran warga, harus resmi untuk melayangkan permohonan izinnya secara tertulis.

"Mengingat peran Pemerintah Desa juga sangat bertanggungjawab atas keberadaan surat keterangan warga diwilayah. Jadi bukannya main selonong boy saja," ujarnya.

Pihaknya berharap, apapun kegiatan sekolah yang nantinya berkaitan dengan administrasi kependudukan agar melakukan musyawarah bersama pihak desa untuk mengetahui meskipun pada acara pelaksanaanya desa tidak di ikut sertakan.

"Hal ini untuk tertib administrasi, sehingga jika di kemudian hari muncul hal-hal yang berkaitan dengan akta kelahiran namun datanya tidak tercantum di desa, kami jangan disalahkan," tegas Abdul Jaya.

Sebelumnya, Maulana Tahmid Guru Agama SDN 02 Cicadas mengatakan, bahwa pelaksanaan pembuatan akta massal bagi siswanya itu merupakan upaya program tindak lanjut dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor bertalian dengan surat keterangan lahir siswa yang pada dua tahun lalu sempat tertunda, dan sekaranglah baru bisa dilaksanakan.

"Alhamdulilah sekarang kami bisa mengacungkan jempol, dimana program pembuatan akta kelahiran bagi siswa kami ini akhirnya bisa terealisasi berkat dukungan dari Institute Kewarganegaraan Indonesia (IKI) serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipul (Disdukcapil) Kabupaten Bogor," ungkap Maulana Tahmid, Rabu (22/08/18).

Namun, ketika disinggung soal keterlibatan Pemerintah Desa dalam program pembuatan akta kelahiran massal tersebut, Maulana Tahmid mengaku pihaknya telah meminta izin untuk oelaksanaan kegiatan program tersebut.

"Kami sudah meminta izin untuk melaksanakan kegiatan ini, bahkan pemerintah Kecamatan pun cukup merespon," pungkasnya. (WAN)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply