Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » » » Selain Merusak Konservasi Pembanguna Bendungan Di Desa Sukaluyu Juga Langar UU KIP No 14 tahun 2008

KAB. BOGOR - Pembangunan Bendungan yang dilakukan Dinas Pengairan Bina Marga yang berlokasi di Daerah Pesawahan, Kampung Sukamulya RT 04/06 Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor, di duga merusak konservasi alam.

Selain itu tidak adanya papan peroyek maupun bener yang ter pampang di lokasi pembangunan tersebut menuai tanda tanya besar dari berbagi kalangan maupun masyarakat setempat serta dinilai tidak sesuai dengan amanat Undang - Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) No 14 tahun 2008. Sesuai Bab IV pasal 9 setiap badan publik wajib mengumumkan infor masi secara berkala. 

Dedi selaku Ketua Forum Paguyuban Pemuda Pemerhati Desa mengatakan, adanya pembangunan tersebut di samping positif juga perlu di perhatikan hal negatifnya.

"Amat disayangkan pekerjaan bendungan tersebut juga sampai harus menyalahi peraturan Pemerintah Republik Indonesia,
No 35 Tahun 1991 Tentang Sungai, Pasal (29) Ayat (1) yang berbunyi, melakukan pengerukan atau penggalian serta pengambilan bahan- bahan galian pada sungai hanya dapat dilakukan ditempat yang telah ditentukan oleh pejabat yang berwenang," paparnya kepada wartawan, Jumat (13/7/18).

Lanjut Dedi menuturkan, sesuai fakta yang ditemukan dilapangan, ternyata pembangunan tersebut menggunakan bahan material berupa batu, pasir, teras yang diambil dari lokasi pekerjaan. Dan dinilai pekerjaan tersebut melanggar aturan sesuai dengan PP Nomor 35 tahun 1991. 

"Ditambah lagi dalam pelaksanaan pengerjaan tidak ada satupun papan proyek, dan itu jelas - jelas melanggar Undang - Undang Keterbukaan Informasi Publik (Kip) No 14 tahun 2008. Seharusnya sebelum dikerjakan ataupun sedang dikerjakan, papan tersebut terpampang dilokasi pekerjaan biar jelas pengalokasiannya," ujar Dedi

Sementara itu, pantauan dilokasi, tampak para pekerja yang sedang mengambil bahan material seperti batu kali, pasir dan teras di lokasi pembangunan.

Menurut salah satu pekerja yang enggan menyebutkan identitasnya mengatakan, pembangunan bendungan sudah berjalan selama lima hari. Dan untuk anggaran dirinya mengaku tidak mengetahui hal itu.

"Ini sudah lima hari berjalan, dan kami tidak tahu anggarannya dari mana. Apalagi bahan material, kami pergunakan yang ada. Karna tidak ada himbauan ataupun arahan dari atasan kami yang tidak memperbolehkan menggunakan bahan yang diambil dari lokasi pengerjan, ya pergunakan saja yang ada," pungkasnya. (Edoy)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply