Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » » Mengajak Pilih Salah Satu Paslon, Lurah Babakan Terancam Di Pecat

KOTA BOGOR - Beredar sejumlah foto terkait status WhatsApp (WA) dan Instagram (IG) milik Lurah Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Heri Eriyadi, yang menggemparkan jagad media sosial dan WAG sejak, Sabtu (23/6/2018) pagi. Entah siapa yang pertama kali menyebarkan foto status Lurah Babakan yang mengajak atau mempromosikan salah satu paslon di Pilwalkot Bogor. Namun foto itu sudah menyebar luas, padahal sebagai ASN, Lurah Babakan seharusnya netral di Pilwalkot yang akan dilakukan pemungutan suara 27 Juni ini.

Dalam status di WA, Lurah Babakan memasang foto salah satu paslon dan menulis status "Jangan Lupa". Kemudian pada status Instagram (IG) memasang foto paslon dan menulis " Tuntaskan".

Komisioner Panwaslu Kota Bogor, Achmad Fathoni mengaku, pihaknya belum mendapatkan adanya laporan atau pengaduan terkait ASN Lurah Babakan yang bertindak tindak netral bahkan membuat status dengan mengajak atau mengarahkan kepada salah satu paslon tertentu. "Belum ada laporan, tapi kami akan segera menindaklanjutinya,. Kalau foto dan beritanya sudah kami terima," ujarnya.

Fathoni menjelaskan, ASN yang terbukti tidak netral dalam pilkada akan dijatuhi hukuman disiplin sedang dan berat. Hukuman disiplin sedang, antara lain penundaan kenaikan gaji berkala selama satu tahun dan penundaan pangkat selama setahun. Sedangkan hukuman disiplin berat berupa penurunan pangkat hingga pemberhentian atau pemecatan.

Berdasarkan surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor B/71/M.SM.00.00/2017. Surat Edaran tersebut mengatur pelaksanaan netralitas bagi ASN pada penyelenggaraan pilkada serentak 2018, pileg dan pilpres 2019.

"ASN juga terikat dengan UU nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilu Gubernur, Bupati, dan Walikota, UU nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), dan UU nomor 23 tahun 2014 tentang Otonomi Daerah. Juga PP nomor 42 tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik PNS, PP nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Jadi ASN harus netral dan tidak boleh berpihak," jelasnya.

Ketika di konfirmasi, Lurah Babakan Heri Eriyadi enggan menjawab dan bungkam terhadap kasus tersebut.

Terpisah, Ketua GP Ansor Kota Bogor, Rachmat Imron Hidayat menegaskan, dengan adanya temuan ASN yang tidak netral dan membuat status mengajak dan untuk memilih salah satu paslon, meminta agar Panwaslu segera berintak. "Ini pelanggaran berat, harus segera ditindak. ASN yang terbukti tidak netral dan melanggar harus ditindak tegas," katanya. (MTH)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply