Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » » » Kasus Korupsi DAK Dinas Pendidikan Kabupaten Seram Bagian Timur Masuki Babak Akhir

Maluku Bula - Kasus korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Pendidikan Kabupaten Seram Bagian Timur akan memasuki babak akhir. Jaksa siap melaksanakan perintah putusan Mahkamah Agung  tentang kasus yang menjerat Kepala Dinas Pendidikan SBT, Achmat Rumaratu ini.

Sebelumnya, penyelidikan dan penyidikan kasus tersebut dilakukan oleh Cabang Kejaksaan Masohi di Geser sejak tahun 2009 lalu. Setelah menetapkan Achmat Rumaratu yang saat itu menjabat kepala salah satu bidang pada dinas pendidikan SBT sebagai tersangka, Jaksa pun melimpahkan kasus tersebut ke pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ambon.

Setelah melalui persidangan hingga tingkat banding di Pengadilan Tinggi, Rumaratu divonis bersalah dengan hukuman satu tahun penjara.

Rumaratu kemudian mengajukan kasasi di Mahmakah Agung. Namun, Mahkamah Agung mengeluarkan putusan yang menguatkan putusan Pengadilan Tinggi. Kendati begitu, hingga saat ini jaksa belum mindaklanjuti putusan MA tersebut dengan mengesekusi terhadap terpidana.

Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku,
Triyono Haryanto saat dikonfirmasi di sela kunjungannya di kantor Kejaksaan Negeri Seram Bagian Timur beberapa waktu lalu, belum bersedia memberikan penjelasan. 

"Nanti pak Kajari SBT saja yang memberikan penjelasan,"ungkap orang nomor  satu di Kejati Maluku itu," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Seram Bagian Timur, Riyadi  saat dikonfirmasi mengatakan,  pihaknya akan melakukan eksekusi setelah menerima putusan MA.

"Sudah ada putusan dari Mahkamah Agung bahwa terdakwa bersalah. Itu yang  saya tahu," ungkap Riyadi kepada wartawan diruang kerjanya, Senin (4/6/18).

Riyadi mengatakan, sebelumnya MA telah mengeluarkan putusan tentang kasus tersebut, namun ada kesalahan nama pengadilan dalam putusan itu.

"Salah ketiknya itu kepada pengadilan tinggi Jambi, bukan pengadilan Tinggi Maluku. Makanya itu dikembalikan lagi, karena kalau itu dieksekusi akan menimbulkan masalah," kata Riyadi.

Ketika ditanyakan apakah putusan tersebut telah diperbaiki?, Riyadi mengaku pihaknya belum mendapatkan informasi pasti. "Sampai detik ini, kita belum ada (terima) surat dari Mahkamah Agung," imbuhnya.

Terkait kesiapan  melaksanakan putusan MA tersebut, Riyadi menegaskan,  pihaknya melalui Cabang Kejaksaan di Geser akan melakukan eksekusi. "Kalau sudah ada ya kita laksanakan," tandasnnya.(GR)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply