» » » » » Kuasa Hukum Eddy Suroso Nilai Eksekusi PN Cibinong Ngawur

KAB.BOGOR - Pengadilan Nengri (PN) Cibinong melakukan eksekusi lahan (Tanah) hak eigendom verponding nomor 9 seluas 60.000 meter persegi (6 hektar) terletak di Jalan Pendidikan, Desa Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Selasa (08/05/18).

Esekusi tersebut, menindaklanjuti hasil rapat koordinasi dalam rangka pelaksanaan eksekusi pengosongan dalam perkara nomor 7/pen.pdt/eks.peng/2018/pn.cbi.jo.no.205/pdt.g/2013/pn.cbn.jo.no.476/pdt/2014/pT.Bdg.jo No734k/pdt/2016 Eksekusi dan pengosongan serta penyerahan sesuai dengan ketentuan hukum terhadap sebagian obyek perkara.

"Berdasarkan permohonan yang diajukan oleh kuasa hukum dari Sujato Gunawan, Lim Hui Khiang, dan Jarno Jahya sebagai penggugat yang memenangkan kasus sengketa lahan tersebut," ungkap Eli Suhaeli SH, Jurusita PN Cibinong.

Sementara itu, Minggu Srihartono, SH selaku kuasa hukum Eddy Suroso mengatakan, tanah tersebut resmi tercatat di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogot atas nama Eddy Suroso, pihaknya mencoba bermediasi melaui juru sita PN Cibinong agar Esekusi tersebut di hentikan. Namun upaya tersebut tidak mendapat respon dari juru eksekusi, juru eksekusi menyarankan agar menajukan kebali upaya hukum.

Di dampingi kuasa hukum, Adik dari Eddy Suroso yakni Gunawan mengatakan, eksekusi yang dilakukan sekarang ini. Menurutnya adalah pengadilan sesat, kedepan pihaknya akan melakukan tindakan hukum baik pidana maupun perdata.

"Sebelumnya kami pernah melakukan hal yang sama, melaksanakan Eksekusi dilokasi ini pada tahun 2011, atas dasar putusan hukum juga yang telah ingkrah atau memiliki dasar hukum tetap," ungkap Gunawan.

Karena itu, Gunawan menilai putusan eksekusi yang dilakukan PN Cibinong saat ini tidak mendasar atau ngawur.

"Ngawur atas putusan Eksekusi yang dilakukan PN Cibinong ini, Kalau sekarang ada eksekusi lalu apa artinya ada putusan hukum tetap. Kalau begini kepastian hukum di Republik Indonesia ini tidak bisa pegang, lalu bagai mana dengan masyarakat yang mencari keadilan. Kalau kedailan yang sudah memiliki hukum tetap pun melaui Mahkamah Agung (MA) sudah PK masi ada putusan baru terhadap objek yang sama. Bagai mana bisa melakukan Eksekusi di atas Eksekusi," tutur Gunawan saat diwawancarai sejumlah wartawan dilokasi.

Sementara itu, Kuasa hukum Sujito Gunawan Lim Hui Khiang, Hutami Simatupang SH menjelaskan, Esekusi ini dilaksanakan bagian dari keputusan pengadilan. Gugatan yang telah ingkrah dan memiliki hukum tetap, dan kiat laksanakan sejak tadi pagi pukul 09.30 WIB, intinya hanya sekedar pembersihan saja. Dirinya mengaku tidak mengetahui jika sebelumnya pernah ada esekusi dilahan tersebut,

"Pokoknya ada Perkara ingkrah kita mohonkan, ya dilaksanakan. Intinya itu saja sih, kita sebagai kuasa hukum hanya memohonkan kepengadilan terhadap putusan itu," pungkasnya. (Gan)

About bidiknusantara com

Terima kasih telah mengunjungi Bidik Nusantara, Untuk informasi publikasi, liputan dan iklan hubungi redaksibidiknusantara@gmail.com atau 081317043003
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar :

Leave a Reply