» » » » » » AUDIENSI APERSI JABAR KORWIL III DENGAN DISTANHORBUN

KAB.BOGOR - Untuk menunjukan kesungguhan tekad penyediaan Perumahan, Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI) melakukan Audiensi kepada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhobun).

Audiensi ini bertujuan mengetahui lahan yang akan di peruntukan bagi pengembang perumahan dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LPPB). Rombongan Apersi yang di komandoi Ketua Achmad Yani (Yayan) ini langsung bertemu Kepala Dinas Distanhorbun Ir. Siti Nurianty MM, didampingi Kepala Bidang  Distanhorbun Rahmat serta Kepala UPT Sumantri.

Kepala Dinas Distanhorbun, Ir. Siti Nurianty MM mengatakan, di lokasi tersebut ada sekitar 15.000 Ha lahan yang sudah memiliki ijin lokasinya atas nama PT. tetapi sudah bertahun-tahun tidak dikelola menjadi perumahan hanya dibiarkan menjadi lahan tidak produktif.

"Saya sangat pro investasi, akan tetapi tanpa harus mengabaikan ketersediaan pangan khususnya di wilayah Bogor," ungkapnya kepada wartawan, Senin (21/05/18).

Siti Nurianty menegaskan, Apersi dapat mensosialisasikan kepada anggotanya terkait peta LPPB yang sebenarnya sudah didistribusikan ke dinas-dinas terkait.

"Teman-teman pengembang silahkan cek langsung ke kami untuk mengetahui plotingan LPPB sebelum akuisisi lahan," tegas Siti Nurianty.

Ditempat yang sama Ketua Apersi Jabar Korwil III Ahcmad Yani menuturkan, Audiensi ini bertujuan membangun hubungan baik dengan Distanhorbun. Karena mereka yang mengetahui peta area lahan yang di peruntukan bagi perumahan dan area LPPB.

"Saya mengharapkan supaya peta spesial LPPB dapat di overlay dengan peta RTRW, sehingga saat pengembang mengajukan peruntukan sudah terlihat mana  area yang termasuk LPPB. Karena menurut nya, LPPB merupakan amanah undang - undang yang harus di jaga agar ketersediaan pangan mandiri tetap ada. Lahan yang masuk plotingan LPPB dan masuk zona peruntukan perumahan dapat dialihfungsikan maksimal 50% dengan catatan sisanya harus ditingkatkan produktifitasnya," tutrur Yayan sapaan akrabnya.

Lanjut ia menegaskan Yang ditakutkan Kita sebagai pengembang yakni lahan sudah dibebaskan dan peruntukan memang untuk perumahan tapi saat pembahasan baru timbul adanya lahan LPPB.

Namun dengan adanya Audiensi ini, "Saya berharap Apersi dan Distanhorbun terjalin hubungan yang baik dan kita dari Apersi sebagai Pengembang bisa mengetahui peta lokasi LPPB, sehingga para Pengembang nantinya  bisa antisipasi untuk mencari lahan lain. yang sesuai peruntukannya sebagai lahan perumahan," pungkasnya. (Udin)

About bidiknusantara com

Terima kasih telah mengunjungi Bidik Nusantara, Untuk informasi publikasi, liputan dan iklan hubungi redaksibidiknusantara@gmail.com atau 081317043003
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar :

Leave a Reply