Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » » Dandim 0621 Kabupaten Bogor Tinjau Lokasi Bencana Di Desa Batulayang

KAB.BOGOR - Banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu di Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor banyak menyisakan Pekerjaan Rumah bagi Pemerintah Desa dan warga sempat pada umumnya.

Sejumlah infrakstruktur pembangunan rusak parah, termasuk jembatan yang merupakan sarana transportrasi bagi warga sehingga membuat warga tidak bisa lagi melewati ruas jalan tersebut sehingga aktivitas dan ekonomi masyarakat diwilayah kawasan desa wisata itu terancam lumpuh.

Komandan Kodim (Dandim) 0621 Kabupaten Bogor, Letkol Inf Farnsico turun ke lokasi meninjau langsung  kondisi sejumlah infrastruktur yang mengalami kerusakan.

"Saya datang ke sini untuk melihat secara langsung terkait kerusakan jalan dan jembatan. Kejadian ini karna faktor Alam dan Alhamdulilah tidak ada korban jiwa," kata Letkol Inf Fransisco didampingi Kepala Desa (Kades) Batulayang, H. Iwan Setiawan saat meninjau lokasi, Selasa (10/4/18).

Dandim menuturkan, dalam hal ini pihak TNI hanya sebatas membantu menjembatani pihak pemerintah desa untuk mendorong pemerintah daerah, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Bogor. Sebelumnya pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kementrian PUPR serta BNWS Ciliwung Cisadane yang memberikan bantuan beronjong.

"Kita lihat kapasitasnya, ini kan bencana alam. Kita akan kordinasi dengan pihak BPBD Kabupaten Bogor, merekan akan survei ke lapangan, kita dorong kelokasi agar memberikan bantuan sesuai peruntukan yang di butuhkan oleh warga, untuk pengerjanya sendiri nanti secara swadaya bergotong royong bersama sama dengan warga," tuturnya.

Dandim mengimbau, ketika jembatan sudah dibangun kapasitas kendaran yang melintas juga perlu diperhatikan, dan harus ada batasan bagi kendaraan kedaran bersar.

"Disamping itu, melihat kondisi saat ini, jalur aliran sungai disini banyak digunakan bangunan oleh warga, padahal kan itu ada aturannya. Contoh dilokasi tersebut salah satu warga yang mendirikan rumah tidak pada tempatnya, akhirnya kena dampaknya sendiri. Mulai dari sekarang warga harus menyadari," tegasnya.

Selain itu, lanjutnya, "Aliran sungai jangan jadikan sungai sebagi tempat pembuangan sampah, agar airnya bisa jalan terus tidak ada hambatan baik dari sampah maunusianya maupun sampah alamnya," pungkas Letkol Inf Fransisco. (Gandi/Ibra)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply