» » » » » » » PSI Kutuk Pengrusakan Terhadap Rumah Ibadah Di Ogan Ilir

SUMSEL-BidikNusantara
Telah terjadi pengrusakan tempat ibadah umat Katholik yang berada di Desa Rantau Alay, Ogan Ilir pada hari kamis (8/3) sekitar pukul 00.30 WIB oleh orang tidak dikenal, peristiwa itu mencoreng nama baik Sumatera Selatan sebagai provinsi zero konflik.

Saat di konfirmasi wartawan, partai yang memiliki jargon anti korupsi dan anti intoleransi ini sangat menyesalkan kejadian pengrusakan rumah ibadah itu terjadi lagi, apalagi tempat kejadiannya di Sumatera Selatan. 

"Sebentar lagi kita akan menjadi tuan rumah pesta olahraga se-Asia jadi kita berharap kondisi keamanan disini tetap kondusif, bukan hanya selama penyelenggaraan Asian Games namun untuk selamanya tidak terjadi lagi kejadian seperti ini, ini sudah menjadi bibit intoleransi apabila dibiarkan begitu saja akan terjadi hal-hal serupa di kemudian hari. Kami meminta kepada pihak kepolisian agar cepat bertindak dan menghukum pelaku sesuai dengan Undang-undang yang berlaku,"ujar Sekretaris DPW PSI Sumsel, Shalahuddin Al Khairi.

Di lain tempat saat dihubungi via telpon oleh wartawan, Alvin Kennedy sebagai ketua DPW PSI Sumsel yang dikenal sebagai pengusaha otomotif berharap kejadian seperti ini tak terulang kembali. Selain merusak citra masyarakat Sumsel yang terkenal toleran hal ini juga dapat menghambat pertumbuhan ekonomi karena investor takut untuk berinvestasi disini. "Kami siap memberikan bantuan hukum apabila dibutuhkan oleh pihak gereja,"katanya. 

Berdasarkan pantauan Bidik Nusantara Pengurusakan Gereja Kaffel Khatolik Santo Zakaria ini adalah gereja stasi dari paroki seberang uli yang hari minggu tanggal 4 maret baru diresmikan oleh Bapak Uskup Palembang.

Pengrusakan dengan cara merusak pintu, memecahkan kaca, merusak kursi" dan mengacak-acak ruangan dalam gereja kemudian mengumpulkan  kursi ditumpuk di dalam ruangan gereja lalu dibakar, namun api belum sempat membesar karena dapat dipadamkan oleh warga. Pada Kamis Tanggal 08 Maret 2018 tengah malam.

Baru dilaporkan ke Polsek sekitar pukul 01.30 Wib dan Polsek melaporkan ke Polres sekitar pukul 05.40 Wib.TKP : Dusun 3 Desa Mekar Sari Kec. Rantau Alai Kab. Ogan Ilir.

Diduga pelaku berjumlah 6 orang laki-laki dengan mengendarai 3 unit sepeda  motor. Pelaku masuk ke kaffel dengan cara memecahkan dinding pintu depan dengan palu dan melepaskan daun jendela, mecahkan kaca dengan melempar batu kali, kemudian ditumpukkan ditengah gereja dan kursi plastik juga patung bunda Maria lalu dibakar dalam ruangan gereja tersebut, lalu pelaku pelaku langsung melarikan diri dan masyarakat sekitar langsung menyiram api dengan menggunakan air. 

Api dapat segera dipadamkan sebelum membesar. Saksi Saksi Saat  ini sedang diperiksa Yohanes setia wahyudi bin Marzukon, 40 thn, buruh, dusun 2 desa Mekarsari, Petrus wandi bin Mat ngawi, 32 thn, buruh, Ds. 2 Desa Mekarsari, Fransiska lino eliya bt Sulaiman, 35 tahun, IRT., Ds. 2 Desa mekarsari. Barang Bukti (BB) yang di├ámankan : Palu besar satu buah,Batu kali dua buah,Daun jendela satu buah, Kursi rusak 1 unit.  Saat ini Kasus masih dalam Proses Penyelidikan  Kepolisian Polsek R. Alai.

Reporter: Indra 

About bidiknusantara com

Terima kasih telah mengunjungi Bidik Nusantara, Untuk informasi publikasi, liputan dan iklan hubungi redaksibidiknusantara@gmail.com atau 081317043003
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar :

Leave a Reply