Ads




» » » » » » » » » Satpol PP Kabupaten Bogor Berjanji Akan Menertibkan 14 Bangunan Di Seputaran Telaga Warna

KAB.BOGOR-BidikNusantara
Saat ini terdapat 14 bangunan tak berizin yang berdiri di seputaran Telaga Warna Pucak Cisarua Bogor dan ke-14 bangunan ini akan dilakukan pembongkaran oleh Satpol PP Kabupaten Bogor.  Demikian penuturan Kasat Pol PP Kabupaten Bogor,  Herdi Yana kepada awak media saat mewakili Bupati Bogor menghadiri kegiatan bersih-bersih Telaga Saat Cikoneng,  Desa Tugu Utara,  Kecamatan Cisarua,  Kabupaten Bogor,  Minggu (25/02/18). 

Herdi menuturkan, pembongkaran ini semacam rekomendasi dari kementrian pusat dan itu merupakan kawasan BKSDA (Badan Konservasi Sumber Daya Air) karena keberadaan bangunan-bangunan tersebut tidak ber-IMB dan melanggar kawasan konservasi.  

Menjawab pertanyaan kapan pelaksanaan dilakukan,  Herdi mengatakan,  pihaknya tetap mengikuti Protap yang ada dengan mengecek ke Dinas Tata Bangunan dan surat peringatan 1,2 dan 3 dan setelah di limpahkan ke Satpol PP baru melakukan pembonhkaran.  

"Ini sangat ironis sekali,  seharusnya di hijaukan kawasan hutan lindung faktanya ada bangunan,"katanya.  

Bangunan-bangunan itu katanya di fungsikan sebagai Cafe dan Resort. "Mudah-mudahan dengan dukungan semua pihak dapat berjalan dengan baik agar puncak lestari seperti semula, saya pikir jangan karena punya modal besar bisa seenaknya bangun,  karema ini masalah kita semua,"ujarnya.

Namun yang menjadi pertanyaan besar publik termasuk sejumlah wartawan yaitu pengawasan dari pemerintah setempat baik tingkat RT dan RW, Pemerintah Desa, Kecamatan hingga fungsi kontrol dari Pemkab Bogor. Pasalnya kebanyakan bangunan liar atau tidak berizin ini di ketahui sesudah berdiri dan bahkan sudah di fungsikan.

Menjawab pernyataan ini,  Kasat Pol PP Kabupaten Bogor mengatakan bahwa sebetulnya keberadaan bangunan-bangunan liar tersebut tidak ada izin dari Kepala Desa. 

"Kalau sekedar mengetahui saja mungkin ada tetapi bukan izin dari Kepala Desa,"katanya. 

Disebutkannya juga bahwa keberadaan bangunan liar ini sering di tegur, karena petugas pengawasan Tata Bangunan Kabupaten Bogor ada petugas lapangan yang menegur.  "Namun mereka (pemilik bangunan) kayaknya ngeyel karena mereka bukan orang sembarangan juga,"terangnya. 

Sementara itu,  terkait keberadaan bangunan di sepanjang Sungai Ciliwung,  dari wilayah Cisarua hingga Mega Mendung. Herdi menjelaskan bahwa pihaknya akan mengumpulkan para pemilij lahan karena sepanjang bibir kali Ciliwung ada kawasan hutan lindung,  kawasan PSDA, PUPR yang berkaitan dengan spadan irigasi dan sebagainya. 

"Nanti kita petakan lagi, kemudian Maaping berapa besar pelanggarannya,"jelasnya. 

Dijelaskannya juga bahwa para pemilik bangunan liar ini tidak ada koordinasi dengan Kepala Desa setempat. "Kepala Desa katanya hanya sekedar tahu, namun setelah di tegur di abaikan begitu saja dan ini bukan hanya tanggung jawab pemda tetapi semua elemen masyarakat termasuk TNI Polri seperti dalam kegiatan hari ini,"urainya. 
Reporter: Sumburi.

About bidiknusantara com

Terima kasih telah mengunjungi Bidik Nusantara, Untuk informasi publikasi, liputan dan iklan hubungi redaksibidiknusantara@gmail.com atau 081317043003
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar :

Leave a Reply