Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » » » » Relawan LSM IKKPAS Salurkan Bantuan Kepada Korban Longsor Puncak

KAB.BOGOR-BidikNusantara
Sebagai betuk solidaritas terhadap sesama yang sedang tertimpa kemalangan,  relawan LSM  IKKPAS (Ikatan Komunitas Kawasan Puncak dan Sekitarnya) Rabu (07/02/18) telah  menyalurkan bantuan berupa paket. Mie Instan,  Beras, Telur, Minyak Kelapa, Gula, Kopi, Garam, Biscuit dan pakaian  bekas layak pakai  ke dua titik pengungsian pasca bencana longsor dan banjir Puncak.

Menurut Ketua IKKPAS,  Iman Sukarya dua titik yang di tuju  yaitu ke Kampung Naringgul, Desa Tugu Selatan dan k
Kampung Cisuren, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua.

"Karena medan yang cukup susah maka pendistribusian ke lokasi bencana bekerjsama dengan JPC ( Jimni Puncak Community) sebanyak 6 Mobil melintasi jalur evakuasi eks Japan Provinsi Pondok Caringin Naringgul yang rusak berat,"kata Iman. 

Dikatakan Iman,  bantuan ini merupakan wujud peduli LSM IKKPAS kepada masyarakat yang terkena bencana, Posko bantuan dibentuk di dua titik yaitu di Faal Maktab Tour and Travel yang berlokasi di Jalan Raya puncak kampung sampai samping pengobatan 24 Jam Tugu 24 serta Masjid Jami Al Awabin yang berlokasi di Jalan Raya Puncak Kampung Pasanggrahan RT 02 RW 05 Kelurahan Cisarua.

"Donasi yang dikumpulkan berasal dari sumbangan berbagai pihak yang rela dan peduli atas kejadian bencana Alam longsor dan Banjir Puncak,"terangnya. 

Harapanya kata Iman selaku ketua umum LSM IKKPAS, pihak masyarakat harus dan mau peduli Puncak dengan punya motto selamatkan dan lestarikan kawasan puncak sebagai daerah resapan air yang mulai rusak, Juga daerah Hulu sungai Ciliwung.

"Pemkab, Pemprov dan Pusat harus jelas program dan pengangggaranya dalam revitalisasi kawasan puncak dan membuat program yang terarah dan berkesinambungan dengan regulasi yang today kepalang tanggung yaitu: 

1.Menutup izin atau moratorium Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di puncak,

2. Membangun dan memperbaiki sistem drynase di puncak, secara keseluruhan,

3.Memeriksa sistem drynase villa-villa, 

4.Membangun turap turap di sepanjang bantaran sungai,

5.Membongkar Villa-Villa di lahan hutan lindung dan tanah eks PTP yang dulu Ada,

6.Menanam pohon terus-terusan dengan cara mengangkat relawan penanam pohon dan perawatnya dengan sistem honor kontrak pertahun, sehingga penanaman pohon berkesinambungan bukan ceremonial Saja,"paparnya. 

Bagi korban longsor atau bencana, Dia berharap agar sabar dan menerima segala kehendak atas musibah yang terjadi Karena bencana yang terjadi ini semua adalah atas kehendak Allah SWT sebagai catatan Ajali.

"Serta bisa menyimak hadist kudsi yaitu " Man Lam Yardho Bill Qhodo'i Wa Lam Yashbir Bil Bala'i Fal Yaltamis Robban Siwaaya", yang artinya "Barang siapa yang tidak ridho atas kehendaku dan tidak sabar atas cobaan dariku maka carilah Tuhan selain Aku".

Menyimak hadist di atas ucapnya,  berarti ummat yang beriman kepada Allah SWT harus ridho dan sabar menghadapi segala bentuk ketentuan dan cobaan dari Allah SWT,  sang pemilik Alam. Karena itu memang sudah direncanakan fan menjadi bagian dari ujian kepada manusia untuk selalu bersabar dan bersyukur serta sebuah jalan menuju pengangkatan derajat manusia ke tempat yang lebih tinggi.

"Bukan sekedar ujian pula tetapi merupakan suatu peringatan pada manusia agar sadar dan bertobat karena jelas-jelas selain kehendak Allah SWT bencana itu merupakan suatu peringatan keras, tanda di situ Tuhan murka Dan menunjukkan kuasanya. Sehingga pemerintah pusat, provinsi , kabupaten Bogor sampai dengam ke yang terbawah agar introspeksi bahwa ada kesalahan dalam merawat dan menjaga serta menjalankan amanah dari rakyat,"tegasnya. 

Sedangkan untuk masyarakat umum terangnya, baik yang terkena dampak atau tidak juga merupakan suatu tamparan atau peringatan agar jangan merusak Alam, membangun tanpa pemikiran yang matang, melanggar Tata tertib UU atau peraturan yang dibuat untuk pelestarian dan penyelamatan hutan, Alam dan lingkungan

"Jangan lupa untuk koreksi diri, ada dosa apa dan berbuat maksiat apa atau jangan-jangan telah melakukan dayust yaitu seolah-olah sudah tidak menganggap maksiat itu suatu dosa besar, Naudzubillah Suma Naudzubillah... Mudah-mudahan ini menjadi pencerahan bagi kita semua,"pungkasnya.  
Reporter: Sum/Red BN. 

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply