» » » » » » » » » Penegak Hukum Di Harapkan Usut Tuntas Dugaan korupsi Dana Desa Espetiga

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (mendes PDTT) eko putro sandjojo di kesempatan beberapa waktu yang lalu meminta kepada aparat penegak hukum untuk menangkap kepala desa yang menyelewengkan dana desa.

"Kalau ada penyelewengan atau korupsi ya tidak ada pilihan harus di tangkap, karena korupsi adalah musuh kita bersama, tujuannya supaya ada erek jera dan tidak di tiru oleh desa desa yang lain,"ujar eko di Jakarta Jumat(20/10/17)di kutip agung pambudai/detikcom.

Pihaknya sudah memperkuat satgas dana desa yang di ketuai mantan ketua KPK Bibit Samat Riyanto, begitu juga anggotanya yang terdiri dari inspektur berbagai kementrian dan juga direktur KPK.

"Kami juga melibatkan Lembaga swadaya masyarakat(LSM) anti korupsi di berbagai daerah",jelasnya.

Satgas dana desa harus proaktip melakukan "random audit" di berbagai desa ada atau tidak adanya laporan harus bekerja sama dengan kepolisian, kejaksaan, KPK dan BPK sehingga bisa melakukan pencegahan yang lebih efektif.

Tetapi apa yang di harapkan oleh mentri Eko tersebut berbanding terbalik dengan yang terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) seperti yang terjadi di Desa Espetiga, Kecamatan Peninjauan Kabupaten OKU ini, adanya dugaan penyimpangan dana desa sebesar Rp 103.162.000 tahun 2016 yang lalu yang di duga di lakukan oleh mantan kepala Desa Espetiga, Surahman.

Saat bidiknusantara.com berkunjung ke Desa Espetiga beberapa waktu yang lalu dan secara kebetulan sedang di adakannya musyawarah desa di kantor desa tersebut hadir pada saat itu Heri setiawan TA Kabupaten oku, pendamping kecamatan,  peninjauan, Kasi PMD kecamatan, pjs Desa Espetiga, Ujang Sulaiman, BPD serta para perangkat desa dan warga desa espetiga.

Heri setiawan selaku Tenaga Ahli (TA) saat memberikan keterangan kepada bidiknusantara.com mengatakan, saat ini mantan kepala desa sudah menanda tangani surat pernyataan bahwa beliau siap mengembalikan uang tersebut.

"Apa bila sampai saat yang di tentukan uang tersebut belum bisa di kembalikan baru di peroses secara hukum dan kami di sini hanya mendampingi acara musyawarah ini,"terangnya. 

Menurut penuturan salah satu warga Desa Espetiga yang tidak mau di sebutkan namanya mengatakan, setagu dirinya ada anggaran Dana Desa tahun 2016 yang tidak di realisasikan antara lain Dana oprasional perkantoran, Dana karang taruna, Dana kegiatan linmas, Dana kepelatihan perangkat desa, dana perencanaan desa, dana pengadaan meja dan alat alat prasmanan.

"Pokoknya total anggaran dana desa tahun 2016 tersebut yang di duga dikorupsikan Rp 103.162.000 dan diduga oleh mantan kepala desa tersebut dan pada saat itu pjs Ujang Sulaiman masih menjabat sekdes di desa kami,  diduga itu di lakukan tidak sendirian mungkin masih ada perangkat yang lainnya yang di duga terlibat dan kami sangat berharap supaya para penegak hukum dapat menindak lanjuti permasalahan ini,"harapnya. 

Walaupun tidak ada masyarakat yang melaporkankan lanjutnya,  ini sudah di publikasikan oleh media melalui pemberitaan, dirinya merasa cukup membaca berita ini saja para penegak hukum sudah bisa menindak lanjuti permasalahan di desanya. 

"Inikan sudah ada niat korupsinya, alangkan enaknya orang yang ketahuan korupsi setelah selesai mengembalikan uang terus bebas begitu saja, kalau seperti itu ya makin banyak saja orang yang mau korupsi. setahu saya kalau tidak salah Undang Undang Tentang Tindak Pidana korupsi berbunyi, pengembalian uang tidak menghentikan peroses hukum yang ada, untuk itu kami berharap supaya penegak hukum dapat memproses permasalahan ini",ucapnya ringan
Reporter: Bambang.

About bidiknusantara com

Terima kasih telah mengunjungi Bidik Nusantara, Untuk informasi publikasi, liputan dan iklan hubungi redaksibidiknusantara@gmail.com atau 081317043003
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar :

Leave a Reply