» » » » » » » Mr.Kan : Kurang Pantas Lucia Dijerat Pasal Pencemaran Nama Baik

Menurut pengamatan hukum dari saya ada dua alasan logis yang dapat saya sampaikan : 

Pertama, Pasal 310, pasal 311, pasal 315, pasal 316 ini semua pasal yang mengatur tentang pencemaran nama baik atau perlidungan kehormatan seseorang, pasal-pasal tersebut merupakan delik aduan artinya harus si korban yang melakukan pelaporan, ini kuasa hukum dari pelaku pembangunan yang melakukan pelaporan, jadi pelaporan yang tampaknya kurang sesuai hak seseorang pelapor atas kasus diatas ini.

Kedua, Apa yang disampaikan dan disebarkan oleh sdri.Lucia dalam membela dan menuntut hak-hak dirinya sebagai konsumen kepada pelaku pembangunan yang bersangkutan kemungkinan besar adalah fakta atau kenyataan, jadi seharusnya sangat pantas dilakukan oleh hak seorang konsumen yang kemungkinan merasa telah dirugikan.

Terkecuali apa yang disampaikan dan disebarkan oleh sdri.Lucia adalah serangkaian kebohongan, sehingga penyebaran kebohongan dapat menyesatkan dan dapat menyebabkan si pelaku pembangunan dibenci oleh banyak pihak yang seharusnya tidak patut diterima oleh si pelaku pembangunan, karena si pelaku pembangunan tidak berbuat atau telah difitnah dari segala tuduhan yang disebarkan oleh sdri.Lucia.

Nah jika terjadi seperti ini barulah patut dijerat dugaan tindak pidana, ini pun harus si korban langsung yang melakukan pelaporan baru sah.

Menurut pengamatan saya dan saya juga menyarankan untuk semua aparatur penegak hukum, kedepannya untuk menjerat seseorang pelaku kedalam kasus dugaan tindak pidana pencemaran nama baik harus benar-benar dikaji ulang dan lebih mendetail antara fakta atau kebohongan agar tampak lebih bijaksana.

Jika apa yang disampaikan dan disebarkan oleh yang dituduhkan tersebut adalah fakta maka sangat tidak pantut untuk dijerat dugaan tindak pidana, kecuali apa yang disampaikan dan disebarkan oleh yang dituduhkan adalah serangkaian kebohongan, maka sangat patut dijerat dugaan tindak pidana.

Saya ambil contoh, ada seseorang marah-marah dan berteriak-teriak didepan umum, bawa dirinya telah ditipu dan dibohongi oleh si A, dan apa yang teriakin adalah fakta atau kenyataan, Siapa diantara mereka yang patut diproses hukum ?

Satu contoh lagi, Ada seseorang marah-marah dan berteriak-teriak didepan umum seperti ini : ada maling, maling, maling, itu si B maling, maling, maling dan apa yang diteriakin itu adalah fakta atau kenyataan, siapa diantara mereka yang patut ditangkap dan diproses hukum ?

Menurut pengamatan saya hukum ini harus pasti, harus masuk diakal yang sehat dan harus adil.

Perlu kita fahami, dengan adanya hukum bertujuan untuk menciptakan keadilan, mencapai keadilan dan menegakkan keadilan.

Jika sampai terjadi pilih kasih itu bukan hukum, hukum yang tajam kebawah dan tumpul keatas adalah hukum yang pilih kasih atau sampai terjadinya politik diatas hukum, maka rule of law akan menjadi rusak, jika hal ini sudah terjadi disuatu negara, maka negara tersebut pasti hancur lebur, karena kehidupan bangsanya akan menjadi kacau balau.

Oleh: Mr.Kan Pengamat Politik Dan Hukum.
Editor: Sumburi

About bidiknusantara com

Terima kasih telah mengunjungi Bidik Nusantara, Untuk informasi publikasi, liputan dan iklan hubungi redaksibidiknusantara@gmail.com atau 081317043003
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar :

Leave a Reply