Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » » » » Fahreza Anwar: Calon Bupati Bogor Harus Mencontoh Cara Kepemimpinan Presiden Jokowi

KAB.BOGOR-BidikNusantara
KPU Kabupaten Bogor sudah menetapkan 5 pasangan calon Bupati Bogor periode 2018-2022, yakni nomor urut satu (1). Nungki-Bayu, (2). ade yasin-iwan. (3) Ade jaro-inggrid. (4). Gunawan H- Vicky. dan yang terakhir no (5) Ade wardhana -Asep. dari nama-nama tersebut kita ketahui koalisi gemuk berada pada no urut 3 yang diusung oleh partai Golkar, Demokrat, Nasdem, PAN , PKS,PKPI dan PPP faksi/kubu Djan faridz.

Secara geografis Kabupaten Bogor sangatlah luas dengan 40 kecamatan dan jumlah penduduk mencapai 5,7 juta jiwa, yang mempunyai banyak sekali problematika pembangunan di daerah pinggiran, dari kurangnya pemerataan pembangunan infrastruktur yang membuat ekonomi masyarakat menurun, pelayanan kesehatan yang buruk, angka putus sekolah tinggi serta lapangan pekerjaan yang minim.

perlu cara kepemimpinan yang berani untuk bisa merubah Kabupaten Bogor menjadi kabupaten yang maju, baik di bidang teknologi (smart city) maupun dari infrastruktur. dan Kepemimpinan yang berani dan merakyat ada pada diri Presiden Jokowi dodo yang sebelumnya menjabat sebagai wali kota solo 2 periode dan gubernur DKI jakarta.

Menurut Fahreza Anwar,  para calon bupati harus mencontoh sikap dan dedikasi Jokowi dalam mengemban amanah sebagai pemimpin dari keberanian mengambil kebijakan yang pro rakyat, dan membangun daerah-daerah pinggiran untuk pemerataan pembangunan, masyarakat Kabupaten Bogor butuh pemimpin yang low profile dan tidak eklusif dengan memarkan kekayaan dan jabatannya.

"Calon bupati Bogor harus membangun daerah-daerah perbatasan seperti diwilayah barat dan timur, memberantas angka putus sekolah, membuat lapangan pekerjaan untuk menekan angka pengangguran serta program monitoring para birokrat dalam melayani masyarakat, ini semua bisa terjadi apabila bupati Bogor terpilih nanti berani dalam mengambil kebijakan untuk kesejahteraan rakyat, bukan hanya sekadar mengedepankan darimana asal keluarga dan lain-lain, namun visi misi yang jadi tolak ukurnya,"papar Fahreza seperti di sampaikan melalui siaran persnya kepada bidiknusantara.com, Senin (19/02/18). 

Ditambah lagi katanya,  kasus OTT penangkapan mantan Bupati Bogor yakni Rahmat yasin oleh KPK membuat masyarakat Kabupaten Bogor kecewa. "Hal menegaskan bahwa pemimpin harus sederhana dan berprilaku amanah. perlu ada revolusi mental untuk para pemimpin di Kabupaten Bogor baik eksekutif maupun legislatif sebelum revolusi mental ada di masyarakat,"pungkasnya. 
Reporter: Red BN. 

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply