Ads




» » » » » » » » » Dua Kelompok Yang Mengaku Ahli Waris Tanah Di Kelurahan Tegal Gundil Datangi Mapolsek Bogor Utara

BOGOR KOTA-BidikNusantara
Konflik sengketa tanah di RW 001,017 dan 018 Kelurahan Tegalgundil Kecamatan, Bogor Utara, Kota Bogor antara Una Bin Kalijan yang mengaku sebagai ahli waris dengan warga RW 001, 017 dan 018 Kelurahan Tegalgundil. Dalam rangka mengadukan permasalahan ini,  kedua belah pihak mendatangi Mapolsek Bogor Utara, Kamis (01/02/18) pukul 19:00 wib.  

Menurut Kapolsek Bogor Utara,  Kompol Ahmad Sofwan, warga RW 001,017 dan 018 Kelurahan Tegalgundil  sekitar 100 orang, bersama dengan Una bin Kalijan beserta rombongan serta pengacaranya telah datang ke Polsek Bogor Utara terkait dengan sengketa tanah seluas 5 hektar yang berlokaksi di RW.001,017 dan 018 Kelurahan Tegalgundil.

"Perwakilan warga sekitar 12 orang dan dari pihak yang mengaku ahli waris sekitar 8 orang berikut pengacaranya, diterima oleh saya, yang didampingi oleh Danramil Bogor Utara,  Sekcam Bogor Utara,  ketua RW 001,017 dan 018, serta Lurah Tegalgundil dan dihadiri oleh Wakapolresta, Kabag Ops,"terangnya. 

Dalam pertemuan tersebut, Kapolsek meminta keterangan kepada semua pihak yang terkait dengan sengketa tanah tersebut.

Disebutkan Kapolsek,  dari hasil keterangan kedua belah pihak, Tanah seluas 5 hektar sebagian telah dihuni oleh 13 kepala keluarga akan tetapi belum memiliki surat surat tanah yang sah, dan sebagian lagi masih tanah kosong.

"Saudara Belly Frederik sebagai pengacara Una bin Kalijan mengatakan mempunyai surat surat tanah yang sah, akan tetapi tidak dapat menunjukannya. Saudara Belly Frederik telah memasang plang dilokasi yang menyatakan bahwa tanah tersebut milik saudari Una Bin Kalijan sebagai ahli waris dari almarhum Kalijan. Yang memiliki sertifikat tanah tersebut adalah saudari Ani, (Pemilik hotel Mirah) dan saudari Bakri,"terang Kapolsek. 

Dalam kesempatan tersebut,  Kapolsek memberikan memberikan solusi terkati dengan sengketa antara warga sebagai berikut :

"Di atas tanah tersebut agar tidak ada kegiatan apapun dan tidak ada intimidasi oleh pihak manapun. Pihak-pihak  yang terkait dengan sengketa tanah tersebut agar hadir pada hari Rabu tanggal 7 Februari 2018 di kantor Kecamatan Bogor Utara dan membawa surat surat tanah yang sah,"tegasnya dan selama mediasi, berlangsung lancar dan kondusif.
Reporter: Sum/Red BN
Sumber: Humas Bogota. 

About bidiknusantara com

Terima kasih telah mengunjungi Bidik Nusantara, Untuk informasi publikasi, liputan dan iklan hubungi redaksibidiknusantara@gmail.com atau 081317043003
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar :

Leave a Reply