Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » » » » » » Wali Murid SMAN 21 Palembang Keluhkan Perampasan Kendaraan Siswa Oleh Debt Collector Di Duga Satpam Sekolah Ikut Membantu

PALEMBANG-BidikNusantara 
Debt collector di Palembang kembali beraksi dengan merampas paksa sepeda motor di dalam lingkungan sekolah. Diduga aksi Debt Collector ini di bantu oleh salah satu oknum satpam SMAN 21 yang juga sebagai mata elang bekingi Debt collector

Aksi Debt Collector yang dilakukan dalam satu minggu ini membuat resah Wali Murid akibat oknum Debt collector yang merampas kendaraan siswi yang dirampas paksa oleh kawanan ini, apalagi terjadi di dalam lingkungan belajar. Kini para Debt Collector beraksi lagi merampas dua nasabah Perusahaan leasing kendaraan bermotor yang diambil paksa oleh kawanan Debt  collector.

Ironisnya, Debt collector untuk merampas kendaraan Nasabah setelah  jam pulang sekolah 17.00 Wib Sabtu (20/1) seperti dialami salah satu siswi kelas II  sebut saja Ida (15.  Berawal saat pulang sekolah Ida hendak mengambil motor  yang berada di parkiran lingkungan sekolahnya, Debt collector  dengan berwajah sangar masuk ke lingkungan belajar sekolah setelah  diduga satpam yang bertugas selaku keamanan sekolah justru ada pembiaran terhadap aksi keganasan Debt collector  merampas motor korban.

Tidak itu saja satpam Hus juga mengatakan "Kasihkan saja motor itu, kamukan menunggak bayaran," jelasnya kepada korban. Korban yang masih dibawah umur merasa ketakutan dan tidak memiliki tenaga terpaksa harus rela membiarkan kendaraan tersebut di bawa pelaku yang diketahui berjumlah 2 orang tersebut.

Menurut keterangan beberapa siswa bahwa sebelum peeistiwa tersebut terjadi,  hal serupapun terjadi seminggu sebekumnya.  

Kepada bidiknusantara.com Ida mengatakan merasa trauma akibat kejadian tersebut, sementara Paman korban Rendra Devi (47) merasa kecewa dengan fasilitas keamanan yang ada, betapa tidak seharusnya pihak keamanan melindungi dan menjaga siswa sekolah kenapa harus turut dan jadi beking Dept collector. 

Ia berharap pihak sekolah untuk meninjau ulang kejadian ini dan memberikan sangsi pada pihak keamanan sekolah terkait perampasan tersebut. 

"Saya berharap pihak sekolah meninjau ulang kejadian ini,  dan pihak sekolah memberikan sanksi kepada pihak keamanan sekolah,"katanya. 

Devi mengatakan akan melaporkan kejadian tersebut pihak yang berwenang. "Jika tidak ada itikad baik, kami akan laporkan ke Dinas Pendidikan  Propinsi Sumatera Selatan,"tegasnya.  

Sementara Ketua LSM Penjara,  Sitompul dalam menanggapi masalah ini mengatakan, Kementerian Keuangan telah mengeluarkan peraturan yang melarang leasing atau perusahaan pembiayaan untuk menarik secara paksa kendaraan dari nasabah yang menunggak kredit kendaraan. Hal itu katanya,  tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.130/PMK.010/ 2012 tentang pendaftaran Fidusia bagi perusahaan pembiayaan yang dikeluarkan tanggal 7 Oktober 2012.

"Jadi perjanjian fidusia ini melindungi aset konsumen, leasing tidak bisa serta merta menarik kendaraan yang gagal bayar karena dengan perjanjian fidusia, alur yang seharusnya terjadi adalah pihak leasing melaporkan ke pengadilan. Sehingga kasus Anda akan disidangkan dan pengadilan akan mengeluarkan surat keputusan untuk menyita kendaraan Anda dan kendaraan Anda akan dilelang oleh pengadilan dan uang hasil penjualan kendaraan melalui lelang tersebut akan digunakan untuk membayar utang kredit Anda ke perusahaan leasing, lalu uang sisanya akan diberikan kepada Nasabah,"jelasnya.  

Dikatakannya juga,  jika kendaraan anda akan ditarik leasing, mintalah surat perjanjian fidusia dan sebelum ada surat fidusia tersebut jangan bolehkan penagih membawa kendaraan Nasabah.

"Karena jika mereka membawa sepucuk surat fidusia (yang ternyata adalah palsu) silakan anda bawa ke hukum, pihak leasing akan didenda minimal Rp 1,5 milyar. Tindakan Leasing melalui Debt Collector/ Mata elang yang mengambil secara paksa kendaraan dirumah, merupakan tindak pidana Pencurian. Jika pengambilan dilakukan dijalan, merupakan tindak pidana Perampasan, mereka bisa dijerat Pasal 368, Pasal 365 KUHP Ayat 2, 3 & 4 junto,"pungkasnya. Sementara pihak sekolah hingga saat ini  belum berhasil dikonfirmasikan  
Reporter: Indra.

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply