Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » » » Penjualan LKS kembali Marak, Diduga Kerjasama dengan Pihak Sekolah

KAB.BOGOR-BidikNusantara
Penjualan buku LKS kembali marak disejumlah sekolah yang berada di Kabupaten Bogor, hal ini membuat resah orang tua murid. Beberapa penjual buku yang rumahnya tidak jauh dari Sekolah saat dikonfirmasi dengan tim pewarta mengatakan, pihaknya hanya menjual saja. "Ini hanya titipan distributor yang sudah bekerja sama dengan pihak sekolah,"terangnya.

Kemudian tim menyelusuri para distributor, salah satu distributor yang berinisial J, ketika di temui menyatakan bahwa buku LKS tidak ada pidananya sepanjang orang tua murid mau membeli. "buat saya tidak masalah,"ucapnya. 

Demikian juga dengan E, juga salah seorang distributor melalui telepon 27/12/17.  mengatakan bahwa dirinya hanya satu sekolah saja dan untuk sekolah yang lain itu J.  "Saya juga sudah dimintai uang olehnya, yang katanya buat teman-teman wartawan,"ucapnya. 

Lain hal dengan A  salah seorang kepala sekolah ketika diminta keterangannya terkait penjualan buku LKS pada 06/01/18. Dia menyampaika bahwa dirinya dipaksa oleh oknum yang bernama J. 

"J yang mengatasnamakan wartawan selain jadi distributor, J juga ikut jual bukunya boleh minta sama penjualnya, Kemudian J juga minta uang kepada yang jual buku dengan alasan untuk wartawan,"ungkapnya. 

Direktur Jendral Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud, Hamid muhammad ketika dikonfirmasi menegaskan, praktik jual beli lembar kerja siswa (LKS) yang dilakukan pihak sekolah dan biasanya bekerja sama dengan penerbit atau pihak ketiga lainnya merupakan pungutan liar. Pasalnya, jual beli LKS telah melanggar Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 75/2016 tentang Komite Sekolah Pasal 12 ayat 1.

Dalam permen tersebut katanya ditegaskan Komite Sekolah baik perseorangan maupun kolektif dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, pakaian seragam atau bahan pakaian seragam di sekolah.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad menyatakan, praktik jual beli LKS masuk dalam kategori bahan ajar di sekolah dan tidak bisa dibenarkan sehingga harus dihentikan. 

"LKS sebenarnya boleh digunakan asal dibuat oleh guru dan tidak diperjualbelikan,"jekasnya.  

Ia menjelaskan, dalam Kurikulum 2013, LKS sudah diintegrasikan dalam buku pelajaran yang diberikan pemerintah.
Reporter: M Ilyas.  
Sumber: MCBR
Editor: Sumburi

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply