» » » » » » » » » Ali Taufan Vinaya: Goresan Tinta Seorang Demontran

Tahun 2018 menjadi tahun politik di beberapa wilayah di Indonesia. Ada 171 Daerah, mulai dari tingkat Propinsi sampai dengan Kota / Kabupaten yang akan melaksanakan Pilkada secara serentak.

Selain pemilihan Gubernur Jawa Barat, Beberapa Kota dan kabupaten di wilayah tersebut juga akan melaksanakan Pemilihan Bupati dan walikota. Salah satunya Pilkada Di Kabupaten Bogor.

Tahapan Awal Pencalonan di buka tanggal 8 Januari, dan hari ini Rabu (10/01/18) adalah Batas Akhir Dari Proses tersebut. Ada beberapa pasangan yang sudah mendaftar untuk maju dalam perhelatan demokrasi tersebut.

Tanggal 9, Januari Pasangan Hj. Ade Munawaroh - H Iwan Setiawan yang di Dukung oleh PPP, GERINDRA dan PKB. 

Di susul Oleh Pasangan H. Fitri Putra Nugraha ( Nungki ) - H.  Bayu Syahjohan yang di dukung Oleh Partai Hanura Dan PDI Perjuangan.

Pada tanggal 10, Pasangan H.  Ade Ruhendi SE (Jaro Ade) - Ingrid Kansil mendaftar. Pasangan Ini di dukung oleh Partai Golkar, PD, PKS, Nasdem, PAN, dan  PKPI.

Di susul Oleh Calon Indenpendent Pasangan H.Ade Wardana - Asep Ruhyat.  Sementara untuk pasangan Perseorangan Gunawan Hassan - Fikly Rhoma masih menunggu hasil Verifikasi Faktual.  Untuk Saat ini, Ada 4 Pasangan Calon Bupati Dan Wakil Bupati Bogor periode 2018 - 2023. 

Walau masih 6 bulan waktu untuk pencoblosan, Suasana Hajat Demokrasi yang di lakukan setiap 5 Tahun sekali sudah terasa. Animo masyarakat sudah terlihat, hal itu di buktikan banyaknya masyarakat yang ikut serta pada saat Proses pencalonan.

Masing - Masing pasangan mengatur waktu dan strategi untuk memenangkan pertarungan di Pilkada nanti.
Dari ke 4 Pasangan yang maju dan sudah mendaftar, Pasangan Ade Ruhendi- Inggrid Kansil adalah pasangan yang jauh lebih siap untuk menghadapi Pilkada di kabupaten Bogor.

Selain dukungan Partai yang cukup banyak, Mesin Politik, hadir nya Ingrid Kansil menjadi pendampingnya adalah bagian strategi bagi pasangan ini untuk menjadi Gate Votter.

Selain Itu, masuknya Perwakilan Birokrat ( Asep Ruhyat ) dari Perseorangan jelas hal ini memecah belah suara dari kalangan Birokrasi. 

Tapi Dalam Matematika Politik, 1 + 1 tidak bisa lantas menjadi 2. Bisa saja menjadi 9, Atau Pun. 0. Hal ini di buktikan pada saat Pilpres 2014,  Pasangan Jokowi - JK dengan Indonesia Hebat mampu mengalahkan Pasangan Prabowo - Hatta.  

Saat Itu Pasangan Jokowi-JK didukung oleh empat parpol dengan memperoleh dukungan 39,97 persen suara atau 207 kursi DPR. Sementara pasangan Prabowo-Hatta memperoleh dukungan 48,93 persen suara atau 292 kursi DPR.

Besarnya partai, banyaknya kursi jelas bukan jaminan untuk memenangkan pertarungan Politik di Pilkada nanti.
Tapi adu strategi, adu program di tambah tim yang solid akan menjadi Kunci Utama untuk memenangkannya.

Ini menjadi salah satu Proses pembelajaran bagi rakyat untuk berpikir,
Jadikan momen Pilkada ini menjadi pembelajaran dan pendewasaan berpolitik bagi rakyat di Kabupaten Bogor. Dan berharap Bogor menjadi jauh lebih baik dari hari ini.

# Pilkada Bogor Aman.
# Tolak Kampanye Hitam.
# Tolak Isu Sara.
# Pilihan Boleh Beda, Ngopi tetap 1 meja. 

Oleh: Aktivis Bogor, Ali Taufan Vinaya
Bogor 11 Januari 2018.

About bidiknusantara com

Terima kasih telah mengunjungi Bidik Nusantara, Untuk informasi publikasi, liputan dan iklan hubungi redaksibidiknusantara@gmail.com atau 081317043003
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar :

Leave a Reply