» » » » » » » » » » Terkait Kasus Penganiyaan Sekcam, Terbentur Intervensi Kekuasaan

KAB.BOGOR-BidikNusantara
Penegakan Hukum Kasus Penganiayaan Sekcam Terbentur Intervensi Kekuasaan, Keadilan Menjadi Komoditas Murahan.

Keadilan rupanya menjadi barang mahal bagi para pencari keadilan, dan komoditas murahan bagi pemilik kekuasaan dan uang. Demikian di kemukakan Tim Kuasa Hukum Korban dari Sembilan Bintang & Partner's Law Office,
Gie ismail seperti di sampaikan le Bidiknusantara.com, Senin (04/12).

Dikatakan Gie, Permasalahan ini terpampang jelas pada kasus pemukulan dan perampasan kemerdekaan orang lain pada nasib eks. Sekcam Tamansari saudara Ridwan.

"Laporan yang telah terbit pada 11 Agustus 2017, sampai saat ini belum terselesaikan. Aduan terhadap Inspektorat Kepagawaian Kabupaten Bogor pun terlunta-lunta tanpa sebuah kepastian hukum.
Ikhtiar demi ikhtiar sudah dilakukan oleh Sdr. Ridwan, namun apa daya dikala kekuasaan telah merasuki proses penegakan hukum, maka keadilan terhenti dan bahkan diperkosa sesuka jidat para pemangku elit kekuasaan,"tukasnya.

Disebutkannya pula bahwa laporan polisi yang jika mengacu pada Perkap No. 14 Tahun 2012 tentang Manajemen Penyidikan, bisa rampung dengan waktu 1 bulan, tidak berlama-lama begini.
Ibarat kasus kakap/ besar, inikan hanya kasus biasa yang telah diatur didalam Pasal 351 (1) & 335 KUHP, sehingga tidak perlu waktu yang berlama-lama. "Beda halnya kasus korupsi, genosida dan perkara-perkara yang tergolong white colour crime,"tegasnya.

Laporan Saudara Ridwan katanya, telah dilimpahkan oleh penyidik 2 minggu lalu, akan tetapi jaksa penuntut umum yaitu Saudara Arjuna telah mengembalikan berkas tersebut kembali (P.19) ke penyidik guna dilengkapi.

"P.19 tersebut terjadi pada hari Kamis tanggal 23 November 2017.
Sampai saat ini Penyidik Reskrim Polres Bogor, belum menyerahkan kembali berkas tersbut ke kejaksaan negeri cibinong,"terangnya.

Disatu sisi lanjutnya, Inspektorat Kepagawaian dan BKPP Kabupaten Bogor, belum memberikan perkembangan yang signifikan menganai aduan PNS yang diduga telah melakukan pelanggaran kode etik.

Hal Ini ujarnya, menambah penderitaan bagi sdr. Ridwan (eks sekcam tamansari), keadilan seolah barang yang amat mahal dinegeri ini khususnya di Kabupaten Bogor.

"Ini baru kasus saya, apalagi kasus-kasus lain yang menimpa masyarakat Kabupaten Bogor. Kami akan terus berdiri di garda paling depan, untuk terus mengawal penegakan hukum perkaranya eks. Sekcam sdr. Ridwan,"pungkasnya. 
Reporter: Red BN.

About bidiknusantara com

Terima kasih telah mengunjungi Bidik Nusantara, Untuk informasi publikasi, liputan dan iklan hubungi redaksibidiknusantara@gmail.com atau 081317043003
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar :

Leave a Reply