Sentul City Merampas Tanah Kami! Sentul City Mengkriminalisasi Warga Kami - Bidik Nusantara

Rabu, 13 Desember 2017

Sentul City Merampas Tanah Kami! Sentul City Mengkriminalisasi Warga Kami

KAB.BOGOR-BidikNusantara
Kebijakan program membagikan sertifikat tanah gratis untuk rakyat yang dilakukan Presiden Jokowi merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kecil dan melindungi tanah masyarakat dari rampasan korporasi-korporasi besar seperti yang terjadi di masa lalu.

Akan tetapi sangat disayangkan Program Presiden Jokowi ini masih saja di nodai oleh ulah para oknum birokrat di Badan Pertanahan Nasional yang bermain mata dengan kaum cukong untuk merampas tanah rakyat demi meraup keuntungan atas nama bisnis. Mereka pun tak segan-segan menggunakan praktik cara Orde Baru yakni mengkriminalisasi bagi siapa saja masyarakat yang coba melawan untuk mempertahankan hak atas tanah yang ditempatinya berpuluh-puluh tahun sebelum korporasi datang ke wilayah mereka. 

Kriminalisasi ini dialami seorang tokoh pemuda bernama H. Deni Gunarja  warga Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor dan bapak tua bernama Purnaman alias Epuh, Ia dilaporkan oleh Pengembang properti PT. Fajar Marga Permai (Sentul city) atas tuduhan telah menjual sebidang tanah yang di klaim masuk dalam plotting HGB sentul city. 

Padahal tanah tersebut diperoleh dari jual beli antara Pak Purnaman sebagai penjual dan H. Deni Gunarja sebagai pembeli, diikat Akta Notaris yang diakui dan di saksikan oleh Kepala Desa bahwa tanah tersebut bebas dari sengketa dan belum pernah sama sekali dilakukan Peralihan hak ke pihak Sentul City. Hal Ini di ungkapkannya melalui Siaran pers yang di sampaikan kepada bidiknusantara.com, Rabu (13/12/17).

Dalam Siaran persnya juga disebutkan, H. Deni Gunarja dan Pak Purnaman kini sudah 82 hari mendekam di penjara dan duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Cibinong dengan tuduhan pasal-pasal yang sama sekali tidak masuk akal yakni pemalsuan surat dan memasukkan keterangan palsu kedalam akta autentik. 

"Menurut kami kriminalisasi ini sengaja dilakukan untuk membungkam saudara H. Deni Gunarja, karena beliau sangat aktif mendampingi warga dan vokal untuk melakukan perlawanan kepada Sentul City yang selalu meng klaim sepihak tanah warga (ulayat) atas nama HGB yang tidak jelas asal usul nya,"jelasnya dalam rilisnya. 

"Kami para warga bojong koneng geram dan marah melihat kesewenang-wenangan Sentul City, dari dulu mereka dapat menggunakan birokrasi maupun aparat penegak hukum untuk melindungi kepentingan mereka. seakaan-akan di negara ini semua dapat mereka beli dengan uang yang mereka miliki,"lanjutnya.

Hal itu katanya, pernah terbukti dimana pada tahun 2015 Bos Sentul City bernama Kwee Cahyadi Kumala ditangkap oleh KPK karena menyuap Bupati Bogor Rachmat Yasin untuk memuluskan tukar-menukar kawasan hutan di Kabupaten Bogor. 

"Oleh sebab itu, kami masyarakat meminta keadilan kepada penegak hukum : Kapolri, Kepala Jaksa Agung, Ketua Mahkamah Agung untuk mengawasi dan memeriksa jajarannya terkait dengan persidangan yang penuh rekayasa ini dan segera mencopot mereka oknum-oknum yang tidak memiliki integritas yang harga dirinya dapat di beli,"tegasnya.

Dalam kesempatan ini juga pihaknya, mempertanyakan nasib tanah kas Desa Bojong Koneng yang di tukar guling oleh Pemda Bogor kepada Sentul City. Pihaknya mendesak kepada aparat penegak hukum khususnya KPK yang masih dipercayai untuk segera melakukan investigasi terhadap kasus tukar guling tanah kas Desa bojong Koneng, karena sampai saat ini faktanya lahan yang menjadi pengganti tanah kas Desa Bojong Koneng tidak pernah ada.

"Kami berharap kepada seluruh rekan-rekan jurnalis, LSM, dan berbagai pihak yang masih memiliki keberpihakan terhadap masyarakat yang terzolimi untuk mengawal persidangan kasus ini agar tidak terjadi kongkalikong antara jaksa, hakim oleh dengan cukong Sentul City,"pungkasnya. 
Reporter: Red BN.
Comments


EmoticonEmoticon