Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » » » » » » » Satu Tahun Lamanya ke-18 Warga Jasinga Menanti Keadilan

KAB.BOGOR-BidikNusantara
Sebanyak 18 orang Warga Kampung Barangbang RT 004/ RW 005, Desa Wirajaya, Kecamatan Jasinga, Kabupaten bogor, telah diduga tertipu oleh Biong Amoril bernama Khoerudin.

Awalnya pada pertengahan tahun 2016 saudara Khoerudin melakukan tawaran dan hasutan kepada ke-18 warga yang memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM), guna dilepaskan kepada pembeli yang katanya seorang pengusaha.
Akan tetapi, selama proses jual-beli tersebut saudara Khaerudin tidak pernah mempertemukan warga-warga tersebut dengan pembeli, dengan alasan yang tidak jelas.

"Satu tahun lamanya saudara Khaerudin mengklaim bahwa jual beli tersbut masih proses dan proses. Sementara jika merujuk pada logika hukum jual-beli yang berdasarkan pada hukum positivisme, sangatlah tidak masuk akal. Ini jelas dugaan keras layak disematkan pada tindakan perbuatan jahat yakni Penipuan dan/atau Penggelapan sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 378 dan/atau 372 KUHP,"ungkap Tim kuasa hukum warga Desa Wirajaya dari Sembilan Bintang & Partner's Law Office.

Penasehat hukumnya  menerangkan, satu tahun lebih lamanya warga ditelantarkan haknya. Dengan muka yang teramat polos dan penuh keharibaan atas sebuah harapan penuh supaya hak-haknya bisa digapai dalam ruang hukum ini.

Pada akhirnya warga meminta bantuan hukum kepada Kantor Hukum Sembilan Bintang & Partner's, guna menuntut keadilan sejati pada kasusnya tersebut.

"Dalam waktu dekat ini, warga akan laporka kejadian tersbut ke POLDA Jabar atas dugaan tindak pidana kejahatan penipuan dan penggelapan. Kerugian ditaksir kurang lebih 2 miliar lebih dari 18 sertifikat hak milik (SHM) milik ke-18 warga Jasinga tersebut,"urainya.

Dikatakannya, ada yang menggemaskan dalam perkara ini yakni, perangkat desa terkesan mendiamkan permasalahan masyarakatnya. Sudah jelas-jelas warganya ditimpa masalah besar, akan tetapi kepala Desa Wirajaya malah mendiamkan perkara ini.

Dalam kasus tanah ucapnya memang sensitif, secara otomatis pihak-pihak terkait termasuk kepala Desa pasti terkait. 

"Akan tetapi, sampai sekarang kami belum mendapatkan bukti yang valid guna menyeret pihak-pihak terkait yang telah merugikan masyarakat Desa Wirajaya. Ketentuannya adalah siapa yang berbuat maka sudah sepantasnya harus bertanggung jawab.
Kita rebut keadilan tersebut dengan menegasika perlawanan pada kaum zolim,"pungkasnya. 
Reporter: Red BN.

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply