Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » » » » Leasing Mega Finance Bebankan Biaya Matel Kepada Konsumen

BOGOR  KOTA-BidikNusantara
Perampasan kendaraan bermotor dilakukan ditengah perjalanan yang kerap terjadi diduga dilakukan oleh sekelompok orang yang lebih dikenal dengan istilah Matel ( Mata Elang),  yang mengatasnamakan salah satu leasing yang ada di Kota Bogor yaitu Mega Finance, 

Seperti yang dialami oleh Neneng Marlina, pemilik Motor matic Honda Vario warna putih Nopol F 5270 FO ketika sedang melintas Di lampu merah RSUD arah ke cilendek tiba-tiba dihampiri sekelompok orang yang mengaku sebagai kolektor Mega Finance ingin mengambil Unit Sepeda motor pada kamis 30/11

"Ketika saya mengendarai motor tiba-tiba sekelompok orang datang menghampiri saya yang mengaku sebagai kolektor Mega Finance, kolektor tersebut berucap ibu maaf saya dari mega ingin mengambil unit kendaraan bermotor dari ibu karena ibu belum membayar cicilan diatas 3 bulan mari kita selesaikan di kantor,"ucap Neneng menirukan ucapan Matel tersebut.

"Setibanya saya di kantor, saya bertemu dengan pak Decil yang menjabat sebagai remedial. "Ini motor saya, saya mau bayar dan saya pun hanya bisa mendengar ocehan dia yang gajelas arahnya. Beliau bilang boleh bayar 2 bulan nanti malem saya tunggu disini dan itu pun tidak ada biaya tarik,"tambahnya.

Sementara itu Panji (Putra Neneng Marlina-red)  menyesalkan tehadap kejadian tersebut antara leasing dengan matel tidak ada koordinasinya. 

"Saya sangat menyesalkan dengan kinerja leasing dan matel tidak berkoordinasi satu kesatuan padahal ibu saya sudah janji akan membayar hari ini, mega finance membebankan biaya sayembara matel kepada konsumen," ujarnya 

Setelah motor di ambil paksa oleh Panji, pihak mega berbicara dengan ucapan yang berbeda. "Ketika saya malam datang ke mega finance mau membayar cicilan ternyata harus merogoh kocek uang biaya tarik sebesar Rp. 1.2 juta. Berbeda dengan kata-kata ibu saya di rumah bercerita kepada saya dan saya percaya ibu saya tidak mungkin berbohong,"jelasnya.

Jika ada indikasi seperti itu tolong pihak leasing lebih manusiawi dan harus merajakan konsumennya. "Sangat di sayangkan ketika ibu saya pulang ke rumah harus jalan kaki ke rumah di karena kan motornya di ambil oleh oknum yang tidak jelas dari mana asalnya serta menipu dengan ucapan-ucapan sangat halus luar biasa,"tutur Panji dengan nada kecewa.
Sumber : Galih Pemnas.
Reporter: My

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply