» » » » » » » Hj Dewi Asmara Ajak Masyrakat Desa Karang Tengah Cibadak Paham Pentingnya Keluarga Berencana

SUKABUMI-BidikNusantara
Anggota komisi IX DPR-RI dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) Hj Dewi Asmara SH. MH bersama mitra kerja Badan kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), melakukan sosialisasi Integrasi kampung KB bersama mitra kerja Tahun 2017,  yang dilaksanakan di kampung Babakan Rw. 07 Desa Karang Tengah Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Kamis (30/11/2017).

Acara ini pun turut dihadiri oleh BKKBN propinsi Jawa Barat Yayat Syarif Hidayat  , Kepala Desa Karang Tengah Gerry Imam Soetrisno, Polsek , Tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Kader dan ratusan warga lainnya. 

Hj Dewi Asmara dalam sambutannya menerangkan makna integrasi masyarakat desa karang tengah RW 07 Kampung Babakan, " Integrasi itu menyatukan masyarakat, Bagaimana perilaku pola hidup keluarga berencana ditetapkan oleh seluruh masyarakat, " terangnya.

Pemerintah menghidupkan kembali, menggelorakan kembali semangat untuk warga baru Keluarga Berencana  karena Indonesia sekarang penduduknya sudah mencapai  260 juta. " 260 juta itu jumlah yang sangat banyak perlu anggaran buat kesehatannya perlu anggaran buat pendidikannya perlu anggaran untuk transportasi semua menjadi mahal, maka dari itu pemerintah mencanangkan program Dua anak cukup, " tambahnya.

Dari data sekarang di Indonesia dalam setahun  bayi yang lahir 20 juta jiwa, jika di Indonesia ini setiap tahun bertambah 20 juta apabila tidak ada pencegahan. Hal tersebut sama dengan setiap tahun Indonesia membuat Negara seperti Singapura.

"Kita bisa bayangkan tiap tahun buat penduduk sebanyak itu sementara yang namanya kalau bayi lahir sampai waktu butuh sekolah butuh kesehatan butuh lapangan pekerjaan Paling gak butuh waktunya berapa  tahun 20 tahun 18 minimal, kalau kita tidak mengatur rencana berkeluarga tiap tahun,"terangnya 

Kalau hal tersebut tidak digalakan sosialisasi yang ada pemerintah tidak bisa memberikan fasilitas yang cukup memadai untuk rakyatnya kita stop dulu ada aja. " Mari kita sama sama sukseskan program dua anak cukup, " kata politisi wanita berlambang beringin ini.

Sementara itu menurut salah satu staff BKKBN propinsi jawa Barat, Yayat Syarif Hidayat dalam sambutannya menerangkan bahwa BKKBN Propinsi dalam kegiatan ini menerapkan 4 T diantaranya : 

1. Terlalu muda
2. Terlalu banyak anak
3. Terlalu rapat (jarak kehamilan)
4.  Terlalu tua

"Nah dengan hal tersebut semua perlu rencana yang matang dalam mengambil keputusan agar 4 T tersebut dapat berjalan,"pungkasnya.
Reporter : Diky

About bidiknusantara com

Terima kasih telah mengunjungi Bidik Nusantara, Untuk informasi publikasi, liputan dan iklan hubungi redaksibidiknusantara@gmail.com atau 081317043003
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar :

Leave a Reply