Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » » » » Bupati Sukabumi Pimpin Rapat Evaluasi BPBD Tahun 2017

SUKABUMI-BidikNusantara 
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mengadakan rapat evaluasi tingkat Kabupaten tahun anggaran 2017 bertempat di Hotel Agusta jalan raya cikukulu Desa Cisande Kecamatan Cicantayan Kabupaten Sukabumi, Senin (11/12/2017).

Rapat Evaluasi  ini di buka langsung oleh Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami serta di hadiri oleh Sekertaris Daerah Kabupaten Sukabumi Drs. Iyos Somantri, Kepala Pelaksana BPBD Usman Jaelani, SH.,MM dan para Kepala Desa se-Kabupaten Sukabumi .

Dengan mengangkat tema " Melalui Rapat Kerja Penggulangan Bencana Kita Wujudkan Masyarakat Kabupaten Sukabumi yang Tangguh dan Mandiri Dalam Penanggulangan Bencana Menuju Sukabumi Lebih Baik ", yang di ikuti 381 Desa dan 5 Kelurahan se-Kabupaten ini dengan  jumlah keseluruhan 386 sekabupaten Sukabumi mengikuti rapat Evaluasi tingkat kabupaten. 

Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami dalam sambutannya mengatakan, " Kegiatan ini untuk mengkoordinasikan kondisi kondisi penanggulangan bencana dimana kepala Desa ini harus bisa mengantisipasi lapangan karna ujung tombak terdepan, dari mulai kondisi bencana persoalan, penyebab, serta harus punya gambaran secara teknis itu perlu di kordinasikan. Selama ini terlihat mereka masih bingung harus bagaimana dalam melakukannya, " terang Bupati.

Kita bisa dengan SOPnya bagi kepala Desa baru masih susah, kepala Desa lama pun sama masih susah terutama juga dikaitkan dengan bagaimana dengan Dana Anggaran Desa, " Sebetulnya Dana tersebut juga bisa membantu namun hampir rata rata hari ini setiap persoalan bencana alam itu selalu menunggu kepada bantuan BPBD padahal meraka pun bisa bertindak asal dalam koridor, " tegasnya.

Koridornya harus dibuat dan disana ada kegiatan sosial bisa digunakan bilamana ada yang kebakaran, ada hal hal yang kecil harus cepet tanggap hal tersebut tentunya tidak perlu ke BPBD, Desa pun harus antisipasi sendiri penanggulangan awal bencana yang terjadi.

Dari pemikiran pemikiran seperti ini harus di dorong, harus di yakini karena jangan sampai salah penggunaan anggaran kerena riskan, "Dana bencana alam tuh riskan bisa dimanipulasinya, tiba tiba ada bencana tiba tiba muncul anggaran bencana alam disitu, Kalau memang tidak kita harus yakini untuk di anggarkan, Sukabumi bisa di sebut daerah bencana, namun saya tekankan jangan sampai di suatu tempat bahwa bencana alam di anggap membutuhkan dana 100 juta namun di masukan laporan 1 miliar itu bisa aja terjadi,"tuturnya. 

Sementara itu menurut Sekda Kabupaten Sukabumi Iyos somantri menerangkan kepada  bidiknusantara.com, Desa itu sebagai menyelenggara pemerintahan yang ada di republik yang paling bawah dan harus di libatkan yang harus di ikut sertakan dalam penanggulangan bencana baik dalam pelaporan kemudian tanggap darurat .

Kemudian pemulihan sehingga apapun yang terjadi di lapangan di Desa itu kepala Desa harus lebih dulu tau sebelum kami di BPBD, Kami menerima laporan baik dari relawan atau dari kepala Desa untuk terjun langsung ke lokasi.

"Sehingga di Desa pun dari sisi ADD ada dana yang di siapkan untuk biaya yang tak terduga untuk penanggulangan ini bukan dari pemerintah daerah saja sebab di Desa pun ada sekala desanya,"pungkasnya.
Reporter : Diky

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply