-->

Banjir Bandang Melanda Kabupaten Kaur, Sawah Warga Hancur

Bidik Nusantara
Wednesday, 13 December 2017, 09:39 WIB Last Updated 2017-12-13T12:14:59Z
KAB.KAUR-BidikNusantara
Hujan deras yaang wilayah  Kabupaten Kaur, Bengkulu dari pukul 16:00  hingga 20:00 wib menyebabkan banjir bandang melanda wilayah Kabupaten Kaur khususnya di Desa Tuguk Kecamatan Luas, dikabarkan ada 3 orang warga terseret arus, Kamis (4/12/17).

Sekitar pukul 08.25 wib warga dan tim dari TNI, POLRI, BPBD dan KESBANGPOL ikut melakukan pencarian dan akhirnya pada pukul 22.40 wib, ketiga warga yang terseret arus yaitu Muksin bin Majid, Baian bin Nadun dan Madani, dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

Menurut keterangan salah satu warga desa setempat  yang enggan disebut namanya penyebab banjir ini adalah akibat maraknya perambahan kawasan hutan produksi (HPT) dan banyaknya penebangan kayu ilegal loging serta pembukaan perkebunan kelapa sawit yang dikembangkan di sekitar kawasan hulu sungai sehingga daerah serapan air nyaris tidak ada lagi.

"Penyebab terjadinya banjir karena dampak pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit. Juga karena hutan-hutan kita habis dan gundul. Akibatnya  banjir  datang menghantam kita berulang kali,"tukas Warga geram.

Dikatakannya, perambahan kawasan hutan yang beralih fungsi menjadi lahan perkebunan di wilayah Kabupaten Kaur,sudah merajalela. "Oleh karena itu diharap kepada pemerintah terkait kedepan perambahan kawasan hutan ini agar ditertibkan guna menyelamatkan masyarakat Kaur khususnya,"tuturnya berharap.

Senada juga disampaikan oleh  Taufik salah satu orang Kesbangpol Kabupaten Kaur, ketika di temui awak media bidiknusantara diruang kerjanya beliau menjelaskan, selain karena curah hujan yang tinggi, faktor lain yang menyebabkan banjir adalah masih minimnya perbaikan infrastruktur. 

"Salah satu upaya untuk mengatasi masalah ini, warga berharap kepada pemerintah agar dapat membantu pembuatan beronjong di Sungai luas itu,"terangnya.

Dilain sisi kata Taufik, pasca banjir yang merendam puluhan hektar sawah warga yang sudah ditanam padi berumur sekitar satu bulan itu habis ludes terbawa arus dan kini ada sebuah SD (Sekolah Dasar) desa setempat ikut terancam.  

"Warga setempat masih merasa was-was dan khawatir akan kembali turun hujan pasca banjir. Meskipun demikian sejumlah warga mengaku tetap siaga jika kemungkinan hujan kembali turun,"pungkasnya.
Reporter: Mirwan
Komentar

Tampilkan

Terkini