KAB.BOGOR-BidikNusantara
Persoalan sampah menjadi sesuatu yang harus dikaji dan solusi yang tepat dalam penangannanya, karena bisa berdampak pada kumuhnya lingkungan dan menimbulkan aroma yang tidak sedap serta dapat menimbulkan berbagai penyakit

Seperti halnya Tempat Penampungan Sementara  (TPS) di Pasar Ciasmara Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor, menjadi perhatian Khusus Pemerintah Desa Ciasmara dan LSM (FP2KB) Forum Pengawasan Pembangunan Kabupaten Bogor terkait dengan aduan masyarakat.

Ada kurang lebih 100 toko yang dipungut tiap bulan Rp. 10.000, Sementara pihak dari UPT DLH meminta satu bulan itu Rp.1.000.000,00,- , Perjanjian Pihak Upt dalam 1 bulan itu 4 kali pengangkutan. 

"Mana buktinya, Saya sebagai RT mengkordinir pungutan Uang Sampah itu untuk memenuhi bayar ke UPT DLH agar sampah diangkut, nyatanya tidak diangkut angkut hingga sampah berserakan dan menimbulkan bau, uang mah diambil tiap bulan," ujar Deden

Menanggapi permasalahan tersebut LSM FP2KB melakukan langkah kongkrit dengan memediasikan dengan Pihak terkait yaitu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) UPT Leuwiliang dengan Pemerintah Desa Ciasmara Di Aula Desa Ciasmara pada rabu 22/11, 

Pihak Desa diwakili Oleh Sekretasis Desa  Ciasmara Yusep Anwar, dari DLH UPT Leuwiliang di wakili oleh Budi Prahari Pengawas Wilayah, Adi pengawas Ritasi dan Buyung Keamanan serta disaksikan oleh Ketua Umum LSM FP2KB Asep Bunhori yang menghasil kan 2 kesepakatan yang dituangkan dalam Berita Acara 

1. Pemerintah Desa siap membayar iuran yang dibebankan sebesar Rp. 1.000.000 (satu juta rupiah) setiap bulan (iuran dari masyarakat, dan kekurangannya ditanggung oleh pemerintah Desa).

2. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) UPT Leuwiliang Siap mengangkut Sampah setiap 1 minggu sekali (4 kali dalam 1 bulan).

Persoalan keterlambatan penanganan Pengangkatan Sampah dikarenakan alat berat di TPA Galuga.

"Ini bukan hanya persoalan UPT Leuwiliang saja tapi juga masalah kabupaten Bogor, karena kerusakan alat berat di lokasi Pembuangan Akhir Sampah di Desa Galuga, hingga persoalan ini muncul." Tutur Budi pengawas DLH Upt Leuwiliang

Sebagai bentuk pelayanan masyarakat yang profesional Atas Nama Kepala Desa Ciasmara siap menampung aspirasi serta menjembatani kepentingan seluruh masyarakat desa 

"Seperti halnya sampah, ini adalah tanggung jawab kita bersama, kepedulianpun harus kita tunjukan bersama, masyarakat, Pemdes, dan DLH harus bersinergi." tutup Uusep Anwar Sekdes Ciasmara. 
Reporter: My.

About bidiknusantara com

Terima kasih telah mengunjungi Bidik Nusantara, Untuk informasi publikasi, liputan dan iklan hubungi redaksibidiknusantara@gmail.com atau 081317043003
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar :

Leave a Reply