Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » » » » » Mega Proyek Pembangunan Bendungan Irigasi Air Cawang Kidau Di Padang Guci Hulu Terkesan Asal Jadi

KAB.KAUR-BidikNusantara
Pemerintah mengucurkan dana APBN/APBN-P ratusan milyar guna pengerjaan proyek raksasa Bendung Irigasi Air Cawang Kidau Kecamatan Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu dengan tahun anggaran dari 2014 samapi 2017 terkesan asal jadi.

Pada tahun 2014 pemerintah mengucurkan dana APBN sebesar Rp.28.026.250.000,- kepada PT.Duta Raya Dimametro dalam pengawasan PT. Sarana Bhuana Jaya dengan nilai kontrak Rp.485.265.000,- dari APBN dan di tahun berikutnya 2015 pemerintah kembali mengucurkan dana sebesar 13.816.829.000,-APBN Kepada PT.Brahmakerta Adiwira sebagai supervevisi/pengawasan Utaka Esa Konsultan CV dengan nilai kontrak Rp.291.247.000,-Kemudian kedua dengan tahun yang sama PT. Bukit Barisan Sanjaya Utama dengan nilai kontrak Rp.17.700.725.000,-(APBN-P) sebagai supervisi/pengawas PT.Cipta Wahana konsoltan demgan nilai kontrak Rp.324.412.000,-(APBN-P) dan di tahun 2016 tender dimenangkan oleh PT. Benteng Indo Raya dengan nilai kontrak Rp.18.915.000,- dan di tahun 2017 Rp.25.965.000.000,-
yang sampai saat ini manfaat dari pengerjaan proyek tersebut belum ada tanda-tanda menguntungkan yang dapat di rasakan oleh masyrakt sekitar, bahkan sebaliknya malahan masyarakat saat ini penuh dengan tanda tanya  apakah lahan mereka yang masih ada yang kini masih aktif diusahakan sebagai kebun kopi dan perkebunan durian serta sawit mereka akan kembali digusur kayak tahu-tahun sebelumnya setelah itu ditelantarkan sehingga menjadi hutan belukar lagi karena penjelasan dari pemerintahn setempat tidak ada sama sekali kepada warga. 

Awalnya masyrakat sekitar sangat antusias dan gembira dengan adanya prgogram pemerintah ini yang diharapkan akan dapat membantu menyiapkan pengairan lahan sawah percetakan, sehingga akan dapat mendorong percepatan penghasilan bagi warga sekitar.

Namun harapan itu sedikit demi sedikit mulai pupus, kenapa tidak pembangunan yang dilakukan beberapa kontraktor terkait terkesan asal jadi alias tidak mengikuti spekasi pekerjaan sama sekali.

Beranjak dari kondisi diatas dan hasil investigasi Ormas Gaib Perjuangan Provinsi Bengkulu maka dirasa perlu untuk melaporan dugaan-dugaan penyimpangan dari pembanguanan mega Proyek yang di tanggung jawabakn oleh Balai Wilayah Sumatra VII Provinsi Bengkulu.

Lembaga Ormas Gib Perjuangan melaporkan dugaan penyimpangn pembangunan Proyek tersebut tertanggal 10-11-2017, kepada Kejaksaan Tinggi C.Q bidang Intelejen dan investigasi.

"Semoga laporan ini dapat ditindaklajuti dan segerah berproses,"ujar Asdianto,selaku wakil DPD  Gaib Perjuangan Provinsi Bengkulu.

Sementara Aeb Saefudin Saat di konfirmasi mengenai proyek tersebut tidak menjelaskan prihal berkaitan dengan proyek tersebut.
Reporter: Mirwan Usumo

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply