» » » » » » » » Mantapkan Diri Menuju Pilkada Bogor, Relawan Beben Suhendar Dirikan Beben Suhendar Center

KAB.BOGOR-BidikNusantara
Maraknya simbol Beben Suhendar Center beredar dikalangan publik, baik media sosial online maupun atribut cetak. Sedikit banyak menimbulkan pertanyaan bagi beberapa kalangan.

Umumnya penggunaan nama seseorang pada sebuah lembaga, badan, organisasi atau jenis perekumpulan tertentu, identik pendirinya adalah nama yang tercatut dalam lembaga tersebut, dalam hal ini sosok Beben Suhendar. Lain halnya dengan Beben Suhendar Center justru lahir di luar ide, inisiatif dan gagasan Beben Suhendar. Beben Suhendar Center atau yang disingkat BSC justru lahir dari inisiatif, ide dan gagasan masyarakat tanpa sepengetahuan Beben Suhendar sendiri ketika berdiri.

"Satu tahun yang lalu, ketika satu pekan setelah Beben Suhendar dilantik menjadi camat Jonggol. Saya bersama teman-teman melakukan audiensi dengan Beben Suhendar yang kebetulan asli jonggol. Audiensi tersebut menjadi  ajang perkenalan sekaligus pertemuan pertama kalinya saya dengan sosok Beben Suhendar. Semenjak bertemu sosok Beben Suhendar bagi saya sudah memiliki nilai positif dengan telah memikirkan berbagai macam terobosan pada awal menjabat," ujar Harry Hardiyana Ketua Jonggol Cendekia /Media Center BSC.

Dikatakan Harry, datu pekan menjadi Camat Jonggol, Beben Suhendar langsung membuat terobosan dengan mendirikan 3 sekolah negeri baru sekaligus di Kecamatan Jonggol. Bukan hanya itu, keseriusannya untuk membangun daerah Beben Suhendar terus berpikir inovasi dalam bekerja.

"Pada saat itulah saya bersama teman-teman membuat lembaga Jonggol Cendekia. Sebuah lembaga kumpulan intelektual muda dan mahasiswa yang berasal dari Jonggol,"jelasnya. 

Sebagai mitra strategis lanjutnya, interaksi Jonggol Cendekia dengan Pemerintah Kecamatan Jonggol khususnya Camat Jonggol cukup intens. Kami melihat kemampuan dan kapasitas Beben Suhendar sebetulnya melebihi dari seorang camat. Karena kewenangan yang terbatas dengan hanya menjadi seorang camat, tentu inovasi yang telah digulirkanpun mengalami kendala. 

"Maka menurut saya sosok Beben Suhendar sebetulnya layak memiliki kewenangan lebih dibandingkan hanya menjadi seorang camat. Bisa saja menjadi Bupati atau Wakil Bupati,"ucapnya.

Mendakati kontestasi pilkada 2018 katanya, ternyata yang memiliki pandangan serupa banyak. Beben Suhendar yang pernah  menjabat camat di Kecamatan Cileungsi, Sukajaya, Sukamakmur, dan Tanjungsari ini ternyata menerima berbagai apresiasi dan penerimaan yang positif ketika menjabat dimata masyarakat. Misal saja dengan mencanangkan Sukamakmur menjadi Jalur Puncak II, Tanjungsari menjadi kota pendidikan dan banyak inovasi lainnya yang telah menorehkan kesan baik di masyarakat.

"Sebagai PNS, Beben Suhendar merupakan pejabat "nekat" dengan menjadi inisiator pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Bogor Timur. Tentu bagi seorang PNS menjadi inisiator pemekaran adalah suatu yang tabu. Rasa keberanian bergerak dan kepedulian terhadap lingkungan khususnya wilayah Bogor Timur yang secara pembangunan sangat semrawut, tidak mengendurkan niat dan memundurkan langkah Beben Suhendar dalam menyuarakan aspirasi masyarakat Bogor Timur,"terangnya.

Maka dari berbagai aspirasi inilah Ucap Harry, lahir gerakan dari bawah (bottom up) yang menginginkan Beben Suhendar maju dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Bogor tahun 2018 mendatang. Kemudian lahirlah inisiatif dari berbagai kalangan tokoh masyarakat untuk mewacanakan lahirnya Beben Suhendar Center. Harapannya Beben Suhendar Center ini dapat menampung dan mendorong aspirasi agar Beben Suhendar maju dalam kontestasi Pilkada 2018.

"Kendati belum menjadi lembaga resmi dan terbentuk susunan pengurusnya. Saya berharap Beben Suhendar Center dapat menjadi lembaga kajian dan wadah para relawan dalam menyalurkan aspirasi untuk Bogor yang lebih baik. Untuk itulah kami Relawan Beben Suhendar Center memiliki jargon "Bogor Hade, Bogor Di Hate","tuturnya. 

Sampai hari ini lanjutnya, dukungan terhadap Beben Suhendar untuk maju dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Bogor 2018 semakin meluas. 

"Terutama di Kecamatan Cileungsi, Gunung Putri, Klapanunggal, Jonggol, Cariu, Tanjungsari dan Sukamakmur. Tidak hanya dukungan moril, tetapi juga banyak dari para relawan dan berbagai elemen menyumbangkan sumbangsihnya baik harta maupun tenaga, terutama dalam pengadaan alat peraga,"pungkasnya.

Harry Hardiyana
Ketua Jonggol Cendekia /Media Center BSC

Media Center: 085870075636


Fanspage: Beben Suhendar Center

Instagram: @BSCenter. 
Reporter : Sumburi

About bidiknusantara com

Terima kasih telah mengunjungi Bidik Nusantara, Untuk informasi publikasi, liputan dan iklan hubungi redaksibidiknusantara@gmail.com atau 081317043003
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar :

Leave a Reply