Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » » » » » » » Kecamatan Mauk Membantu Mediasi TKW Warga Banyuasih

KAB.TANGERAN-BidikNusantara 
Globalisasi telah menimbulkan dampak yang sangat besar bagi perekonomian. Meskipun demikian, globalisasi juga menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat. Kemiskinan dan ketidakmerataan distribusi pendapatan yang terjadi diakibatkan oleh ketidakmerataan distribusi kesempatan dan lapangan pekerjaan antara wilayah pedesaan dan perkotaan. 

Ketimpangan ini tampak jelas dalam perkembangan angkatan kerja yang berlangsung jauh lebih pesat dibanding kemampuan penyerapan tenaga kerja. Sebagian besar lapangan kerja di perusahaan pada tingkat organisasi yang rendah yang tidak membutuhkan keterampilan yang khusus, lebih banyak memberi peluang bagi tenaga kerja wanita. 

Kemiskinan, tuntutan ekonomi yang mendesak dan berkurangnya peluang serta penghasilan di bidang pertanian yang tidak memberikan suatu hasil yang tepat dan rutin serta adanya kesempatan untuk bekerja di bidang industri telah memberikan daya tarik yang kuat bagi tenaga kerja. Bahkan banyak perempuan Indonesia yang menguatkan diri untuk bekerja ke luar negeri dengan tawaran gaji yang relatif lebih besar.

Fenomena ini tentu menimbulkan keuntungan dan masalah tersendiri bagi pemerintah. Dengan adanya tenaga kerja yang bekerja di luar negeri tentu dapat menghasilkan devisa bagi negara. Namun tidak sedikit kasus kekerasan yang menimpa tenaga kerja Indonesia di luar negeri. 

Permasalahan-permasalahan yang terjadi menyangkut pengiriman TKI ke luar negeri terutama tentang ketidaksesuaian antara yang diperjanjikan dengan kenyataan, serta adanya kesewenangan pihak majikan dalam memperkerjakan TKI. Selain itu sering terjadi penangkapan dan penghukuman TKI yang dikarenakan ketidaklengkapan dokumen kerja (TKI ilegal). 

Hal-hal ini menimbulkan ketegangan antara pihak pemerintah dengan negara-negara tujuan TKI tersebut dan apabila didiamkan akan menimbulkan terganggunya hubungan bilateral kedua negara. 

Bukan hanya masalah yang disebabkan karena faktor dari Negara penerima saja yang banyak melanggar hak dari para TKI, akan tetapi masalah masalah TKI juga dikarenakan faktor dari para calon TKI itu sendiri. 

Salah satu contoh Seperti kurangnya kesadaran bahwa menjadi TKI ilegal tidak memiliki perlindungan hukum. 
Permasalahan ini menyebabkan banyaknya tindak kejahatan terhadap TKI seperti pelanggaran HAM, pemerkosaan, dan pemotongan gaji oleh majikan. 

Dalam hal ini pemerintah berkewajiban melindungi para TKI dari permasalahan-permasalahan tersebut seperti yang telah tercantum dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi RI yang dimana pemerintah wajib memberikan perlindungan kepada TKI sebelum keberangkatan sampai pulang kembali ke Indonesia.

Seperti yang di alami oleh Nurhayati warga Kampung Kebon Raya Rt. 013/003 Desa Banyu Asih Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang Provinsi Banten yang mengalami perlakuan yang tidak manusiawi bagaikan binatang selama berkerja jadi TKW dan hak-haknya tidak di berikan oleh pihak yang memberangkatkan.

Pada akhirnya Nurhayati meminta dan menuliskan surat kepada Bupati Kabupaten Tangerang untuk membantu dan memohon serta meminta bantuan agar hak-haknya selama berkerja jadi TKW agar di berikan.

Setelah sekian lama menunggu akhirnya mendapat perhatian dari pemerintah Kabupaten Tangerang dan sempat di undang untuk mediasi tapi pihak yang memberangkatkan atau seponsor tidak hadir.

"Pada hari ini saya di undang untuk kedua kalinya oleh pihak kelurahan dan pihak Kecamatan Mauk tetapi pihak yang memberangkatkan atau seponsor tidak hadir,"kata Nurhayati.

Pada kesempatan tersebut hadir pula pihak dari Dinas Tenaga Kerja, Kadis PPA Kabupaten Tangerang Provinsi Banten, Koramil Wilayah 14, Anggota Polsek Mauk, LSM dan Wartawan.
Reporter: Syarief H.

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply