» » » » » » » » » » Dewi Nova "Para Buruh Paling Terlatih Perjuangkan Hak Kesetaraan Manusia

KAB.BOGOR-BidikNusantara 
Salah satu Narasumber dalam kegiatan Pelatihan Bekerja Dalam Kesetaraan yang di selenggarakan oleh IndustriALL Indonesia Council yang berlangsung di salah satu hotel kawasan Cipayung, Megamendung, Kabupaten Bogor, Dewi Nova Saat minta tanggapannya dalam Kegiatan tersebut mengatajan, dirinya berterima kasih kepada panitia kegiatan, karena dirinya dipertemukan dengan para penggiat serikat buruh yang memang mereka terbiasa dan terlatih untuk memperjuangkan hak-hak Kesetaraan mereka sebagai manusia terutama dalam relasi antara pengusahan dan buruh.

"Kalau di kaitkan dengan materi gender ini, materi gender Ini juga adalah sama-sama untuk membuka hati dan pikiran kita guna melihat hal-hal yang masih berlaku tidak adil antara laki-laki dan perempuan. Jadi, ini bagaimana kita mencoba mempertemukan perjuangan antara buruh yang menuntut keadilan terhadap perusahaan dengan bagaimana kita belajar, paling pertama dari diri kita sendiri  baik itu laki-laki ataupun perempuan untuk selalu menolak terhadap perlakuan-perlakuan yang tidak adil, kekerasan, diskriminasi dan selalu berusaha juga untuk sama-sama membuat hubungan baik itu didalam rumah tangga maupun di tempat kerja, itu yang lebih saling menghormati, saling manusiakan,"kata Wanita yang juga penulis buku ini saat di temui usai memberikan materi Kepada peserta,Rabu (22/11).

Karena, setelah banyak berbincang dengan para pekerja peserta kegiatan tersebut katanya, justru kesetaraan itu ketika pekerjaan rumah di bantu oleh suami maka istri justru akan lebih tentram karena istri ketika berangkat kerja tidak dengan kondisi lelah dan suami juga tidak khawatir dengan kesehatan istri. 

"Sebaliknya, istri juga menjadi teman curhat suami ketika ada tekanan dipekerjaan (tentu bapak-bapak mengalami hal seperti itu) artinya membangun relasi yang lebih hormat dan lebih sehat antara laki-laki dan perempuan, itu juga berdampak pada Seluruh aspek kehidupan mereka antara lain sebagai buruh di perusahaan,"ucapnya. 

Terkait masalah kehidupan sosial dalam lingkungan kerja, kesetaraan, Dewi Nova mengambil sebuah pengalaman salah satu peserta perempuan dalam kegiatan tersebut yang menyatakan bahwa betapa sulit ia di percaya menjadi seorang superviser, tidak semudah seorang buruh laki-laki diangkat menjadi superviser karena diragukan kemampuannya sebab dia perempuan dan dihitung kalau perempuan itu pasti ada cuti melahirkan, haid dan sebagainya dan di anggap kurang produktif di banding laki-laki, walaupun dengan ketegarannya akhirnya dia sampai pada posisi suprviser. 

"Itu salah satu contoh ril yang masih di hadapi perempuan, ketidakadilan di tempat ia bekerja, itu antara lain yang betul-betul dialami oleh teman-teman pekerja perempuan,"jelasnya. 
Reporter: Sumburi


About bidiknusantara com

Terima kasih telah mengunjungi Bidik Nusantara, Untuk informasi publikasi, liputan dan iklan hubungi redaksibidiknusantara@gmail.com atau 081317043003
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar :

Leave a Reply