» » » » » » » » Mr. Kan "Anis Belum Dapat Di Jerat Tindak Pidana Diskriminasi Ras"

JAKARTA-BidikNusantara 
Menanggapi polemik atas pidato Pertama Gubernur DKI Jakarta yang menyebut Pribumi yang kini banyak di persoalkan khalayak dan bahkan ada kabar ada yang ingin melaporkan Gubernur yang baru di lantik Ini karena Pernyataan dalam pidato tersebut. Pengamat Politik dan Hukum, Kan Hiung atau yang biasa di sapa Mr Kan memberikan tanggapannya seperti disampaikan Kepada bidiknusantara.com baru-baru ini melalui Siaran persnya.

"Menurut pengamatan saya Anies 
belum dapat di jerat dugaan tindak pidana deskriminasi Ras, karena Beliau baru sebut Pribumi, dan beliau belum menyebut adanya perbedaan antara pribumi dan non pribumi secara mendetail seperti Ras apa saja? suku apa saja? agama apa saja?,"tegasnya.

Dan juga katanya, Anies belum bertindak hal-hal yang dapat membuktikan adanya deskriminasi suku atau etnis, ras, dan agama.

"Jadi secara hukum, dapat saya simpul belum ada bukti yang cukup dan juga belum ada korbannya,"Ucap Mr. Kan.

Saat ini tuturnya, yang mengaku jadi korban itu dikatakan Mr Kan mengada-ngada saja, karena ditinya yakin mereka yang saat ini merasa jadi korban itu tidak akan mampu membuktikan dirinya telah mengalami kerugian baik secara imateril maupun materil.

"Untuk itu saya sarankan team kuasa hukum dari pihak Anies buat laporan balik terhadap pelapor, bahwa yang dilakukan si pelapor telah melakukan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik, dugaan menghina terhadap suatu penguasa atau badan umum pasal 207 KUHP,"ucapnya menegaskan.

Justru kan melihat apa yang di lakukan si pelapor ini berpotensi menciptakan kegaduhan hingga perpecahan antara suku atau etnis, ras dan agama.

"Jadi menurut pengamatan saya apa yang dilakukan oleh si pelapor itu semuanya sudah berindikasi menyebarkan kebencian dan isu SARA, sehingga bisa menyesatkan opini yang kurang faham secara hukum tentang disktiminasi ras ini, khususnya para Ahokers. Dan saya curiga juga si Pelapor sedirilah yang mengada-ngada dan mengakui dirinya sebagai perbedaan dengan Warga Negara Indonesia,"urainya menegaskan.

"Karena kemungkinan Anies menyebut Pribumi adalah seluruh Rakyat Indonesia yang memiliki status resmi Warga Negara Indonesia, dan juga Anies tidak bermaksud membuat perbedaan deskriminasi etnis atau suku, ras dan agama,"sambunya mengakhiri. 
Reporter: Sumburi

About bidiknusantara com

Terima kasih telah mengunjungi Bidik Nusantara, Untuk informasi publikasi, liputan dan iklan hubungi redaksibidiknusantara@gmail.com atau 081317043003
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar :

Leave a Reply