» » » » » » » » Warga Memita Dishub Banyuasin Memasang Rambu Di Jalan Pasir Putih

Jalan Pasir Putih
BANYUASIN-BidikNusantara
Warga yang bermukim di sekitar Jalan Pasir Putih KM 17 Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin mengeluh. Pasalnya, jalan pemukiman yang hanya bisa dilalui kendaraan kecil kini banyak kendaraan truk besar seperti truk-truk kontainer dan kendaraan besar lainnya melintas.

Akibatnya, selain menimbulkan kemacetan, di jalan tersebut juga rawan kecelakaan khususnya bagi anak-anak dan pelajar. Untuk itu, warga Herman (48) berharap Dinas Perhubungan, Pemda Banyuasin memasang rambu larangan agar kendaraan besar tidak melintas di jalan tersebut.

"Jalan ini sekarang sudah ramai dan banyak dilalui kendaraan besar, padahal jalan ini kondisinya sudah sempit sehingga jika ada truk besar melintas selalu menimbulkan kemacetan dan kecelakaan. Kami hanya minta petugas maupun pihak terkait untuk menertibkan truk angkutan berat yang melintas di jalan pemukiman warga" kata Herman. warga RW 20 Kelurahan Sukajadi 

Ua menambahkan, selain banyaknya kendaraan jalan, saat itu kawasannya juga sudah berdiri beberapa kontainer milik beberapa perusahaan. 

"Jadi setiap hari jalanan itu tak pernah sepi dari truk besar yang melintas maupun ngetem di sepanjang jalan tersebut,"jelasnya. 

Keluhan yang sama juga disampaikan Taufik, warga RW 20. Dia mengaku heran kenapa kontainer diizinkan masuk di kawasan perkampungan. Apalagi kondisi jalan hanya bisa dilalui dua kendaraan roda empat. Dirinya berharap petugas menindaknya agar truk-truk besar tak lagi melintas. 

"Kalau terus dibiarkan bukan cuma membuat jalan kotor tapi rawan kecelakaan karena berdekatan pemukiman warga" tuturnya. 

Ia menegaskan, Kondisiini jangan malah dijadijan bisnis aparat setempat. "Kami minta sebelum kami bertindak, pihak dinas agar segera turun untuk menutup jalan bagi kendaraan besar. Kami meminta dinas perhubungan Banyuasin agar segera bertindak sebelum ada kejadian yang tidak kita inginkan bersama,"ucapnya mengecam. 

Sementara beberapa sopir sebut saja Udin (nama samara) mengaku bahwa ia melintas jalan tersebut sudah setor uang Rp. 5.000 persekali jalan kepada aparat pemerintah setempa.  

"Bahkan bos kami setor juga bulanan agar tidak di stop warga. Kami tidak tahu yang jelas uang tersebut wajib bayar,"ujarnya. "Saya tidak tahu uang digunakan untuk apa yang jelas itu perintah bos perusahaan,"sambungnya menjelaskan. 

Sementara Sumitro (40) Tokoh Pemuda setempat minta agar Pungutan liar segera di hentikan, Dishub segera Respon laporan warga tersebut, ia kecewa jalan dibangun buat masyarakat di jadikan ajang bisnis. "Kita minta perusahaan tidak mengunakan mobil jenis kontainer,"tuturnya dengan nada kesal.
Reporter: Indra.

About bidiknusantara com

Terima kasih telah mengunjungi Bidik Nusantara, Untuk informasi publikasi, liputan dan iklan hubungi redaksibidiknusantara@gmail.com atau 081317043003
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar :

Leave a Reply