» » » » » » » » Rusaknya Infrastruktur Di Gunungsindur Dikeluhkan Warga

Warga Gunungsindur Keluhkan Rusaknya Infrastruktur

KAB.BOGOR-BidikNusantara
Rusaknya infrastruktur jalan arteri primer maupun sekunder di wilayah Kecamatan Gunungsindur, selalu saja muncul dalam setiap dialog resmi antara warga dan pemerintah. Meskipun begitu, tetap saja sampai saat ini kerusakan itu belum juga diperbaiki, bahkan kerusakan makin menjadi di beberapa ruas utama baik jalan provinsi maupun jalan kabupaten. Parahnya lagi, jalan desa pun tak luput dari kerusakan.
Asman Efendi mengeluhkan buruknya infrastruktur di wilayah Kecamatan Gunungsindur, kerusakan jalan bukan hanya jalan utama namun terjadi juga pada jalan desa seperti arah dari Desa Cibinong menuju kantor Kecamatan.

"Kerusakan jalan dengan lubang berdiameter 2- 8 meter dan kedalaman 20-30 sentimeter menyebabkan kendaraan harus memperlambat kecepatan. Tak ayal terjadi antrean kendaraan hampir setiap harinya. Kondisi tersebut membuat warga sekitar kesal, padahal selama tiga tahun terakhir ini kita sudah usulkan disetiap musrenbang desa maupun ditingkat kecamatan, namun hingga kini belum ada tanggapan," ujar Asman selaku Sekdes Desa Cibinong kepada media, Jum'at (22/9).

Hal serupa dikatakan Ujang Supriadi warga setempat yang meminta pemerintah berupaya dulu memberi perbaikan meski harus seadanya.

"Memang kami sudah mendengar akan ada perbaikan di tiga titik ruas jalan utama yang sudah parah. tapi jika melihat kondisi jalan saat ini yang rusak parah,harusnya diberikan solusi dulu dan saya juga mewakili warga lainnya agar ada pengalihan jalur tronton karena saya sudah bosan dengan debu yang dihasilkan oleh truk tronton,"terangnya.

Sementara Wawan Suryana Sekretaris Kecamatan Gunungsindur meminta, masyarakat Kecamatan Gunungsindur untuk lebih berani melakukan pengawasan bahkan penolakan jika ada jalan desa yang dilalui angkutan dengan tonase yang melebihi kekuatan tonase jalan. 

"Pemeliharaan jalan itu sangat penting, karena pembangunan jalan yang sama, hanya mungkin bisa berulang 3 atau 4 tahun berikutnya. Jadi saya meminta Ketua RT, RW, BPD, LPM dan masyarakat harus berani menolak jika jalan desa/lingkungan dilalui oleh kendaraan dengan tonase yang melebihi kapasitas beban jalan." himbaunya singkat.
Reporter : Supriatna

About bidiknusantara com

Terima kasih telah mengunjungi Bidik Nusantara, Untuk informasi publikasi, liputan dan iklan hubungi redaksibidiknusantara@gmail.com atau 081317043003
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar :

Leave a Reply