» » » » » » » » » Hati-Hati Modus Penipuan Jaring Pencari Kerja

Ditengah sulitnya masayarakat dalam mendapat pekerjaan, namun ada saja oknum tidak bertanggung jawab dengan memanfaatkan berbagai cara untuk mendapatkan keuntungan tersendiri.

Seperti yang dialami Iman, salah seorang warga Kelurahan Soklat, Kecamatan Subang, Jawa Barat yang korban menjadi korban penipuan tawaran kerja melalui jejaring sosial Facebook dengan iming-iming gaji yang menggiurkan.

Informasi yang dihimpun, kejadian bermula Iman ditawari lowongan kerja oleh kenalannya di Facebook. Perkenalannya pun berlanjut dengan tawaran kerja diwilayah Depok, dengan gaji sebesar Rp 3 juta rupiah per minggu. 

Tanpa pikir panjang, Iman pun berangkat ke Depok, pada hari Selasa (26/09/2017). Setelah 2 hari bekerja, Iman menelepon orangtuanya untuk meminta sejumlah uang yang relatif besar yakni, senilai Rp11 Juta.


"Sontak saja, kami sangat panik, apalagi hp Imam terkesan dirampas lalu suara Imam sering berganti. Kami langsung menghubungi Markas Besar Garda RI di Sukajadi, untuk meminta bantuan,"tutur orang tua Iman.

Kemudian, orang tua Iman bersama Sekjen Garda RI, Enjang Nawawi merancang strategi dengan menyuruh Iman pulang untuk untuk mengambil uang tersebut. Dan, akhirnya Iman pun berhasil dipulangkan.

Saat dimintai keterangan, Iman menuturkan, dirinya diminta uang Rp11 juta rupiah untuk biaya SK (Surat Kerja), kontrakan dan membeli produk herbal. Namun, dirinya tidak diberitahu berapa harga jual kembali herbal tersebut. Iman juga disuruh untuk mencari 2 orang lagi yang akan menjadi juniornya.

"Disini tidak ada atasan. Yang ada hanya senior dan junior,"tutur Iman menirukan perkataan seniornya. 

Iman menambahkan, saat dirinya pulang, masih ada 5 orang mengalami hal yang sama ditempat tersebut. "Masih ada 5 orang di sana," kata Imam.

Atas kejadian tersebut, Ketua Umum Garda RI, Dennis FW berpesan kepada seluruh masyarakat untuk lebih bijak dan berhati-hati dalam melamar pekerjaan. "Waspada dengan tawaran kerja dari sosmed, apalagi dengan iming-iming yang tak wajar," ujar Dennis. 
Reporter: S.Bachrie

About bidiknusantara com

Terima kasih telah mengunjungi Bidik Nusantara, Untuk informasi publikasi, liputan dan iklan hubungi redaksibidiknusantara@gmail.com atau 081317043003
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar :

Leave a Reply