» » » » » » » » » Staff Kecamatan Pamajihan Di Duga Intimidasi Aktivis

www.bidiknusantara.com
Foto yang menjadi permasalahan
KAB.BOGOR-BidikNusantara
Salah satu aktivis di Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor mendapat intimidasi dari salah satu staff kecamatan Pamijahan. Hal ini disampaikan Cawang yang menjadi korban peristiwa tersebut kepada bidiknusantara.com, Selasa (22/08).

Dia menjelaskan, permasalahan itu bermula pada hari Senin saat menyambangi kantor Kecamatan Pamijahan hendak menemui warga yang ingin menyerahkan berkas untuk membuat Akte. Salah satu warga yang di temui tersebut katanya adalah seorang kader aktif yang suka membatu warga dalam hal pengurusan Kartu Keluarga dan Akte.

"Setelah itu, saya menemui warga tersebut dan kebetulan sedang ngobrol dengan salah satu staff kecamatan karena mungkin sudah dekatnya. Saya coba abadikan moment itu dengan memoto situasi,"katanya.

Kemudian lanjutnya, foto tersebut masukan ke group whatsapp Kabar Pamijahan. "Saya tak tahu Siapa yang nyebarkan ke Facebook dan di kirim ke staff tersebut sampai heboh,"ujarnya.

Staff tersebut ujarnya, mencoba mencari tahu keberadaannya dengan menanya-nanya ke warga yang biasa berhubungan dengannya.

"Siang menjelang sore itu pun berlangsung, dia menelusuri saya di mana saya berada. Sampai tiba waktunya pun staff kecamatan tersebut melihat saya di belakang,"paparnya.

Lanjutnya menjelaskan, setelah staff itu berhenti di Nangkasari 1 di rumah warga dan staff itu pun sempat memberhentikannya untuk ke pinggir dan langsung staff itu buka Jok begasi motornya mengambil cincin dan memakainya.

"Staff kecamatan tersebut menghampiri saya dengan mengatakan "Maksud maneh naon upload eta foto" sambil nareunteung ke saya dan sudah siap-siap mau pukul saya,"urainya.

Berhubung ada warga disitu langsung menyuruh di dalam rumah untuk selesaikan masalahnya.

"Kemudian saya masuk. Dan di dalampun masih adu argumen dengan staff tersebut,"ungkapnya.

Menanggapi permasalahan ini, Koordinator AMPB, Ruhiyat Saujana menyayangkan dan sangat mengecam tindakan arogansi aparatur pemerintah kecamatan tersebut dan berharap kejadian semacam ini tidak terjadi dikemudian hari. 

"Saya mendesak kepada pihak yang bersangkutan agar meminta maaf supaya masalahnya tidak berkepanjangan. Selain itu Camat selaku pimpinan di tingkat kecamatan harus memanggil anak buahnya untuk diberikan pembinaan dan bila perlu diberikan sangsi tegas agar menjadi pembelajaran buat staf yang lainnya,"pungkasnya menegaskan.
Reporter: Red BN

About bidiknusantara com

Terima kasih telah mengunjungi Bidik Nusantara, Untuk informasi publikasi, liputan dan iklan hubungi redaksibidiknusantara@gmail.com atau 081317043003
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar :

Leave a Reply