» » » » » » Indonesia Akan Membeli 11 Unit Pesawat SU-35 Dari Rusia

Pemerintah Indonesia berkeinginan untuk membeli pesawat SU-35 sebanyak 11 unit dari Rusia. Pembelian pesawat ini untuk menggantikan pesawat  F-5 guna meningkatkan pertahanan dan keamanan di dalam negeri.

Pemerintah Republik Indonesia dan Rusia sepakat melakukan imbal beli dalam pengadaan alat peralatan pertahanan keamanan (Alpalhankam) berupa pesawat tempur sukhoi SU-35 yang dibutuhkan oleh Kementerian Pertahanan Indonesia. Nilai pembelian Pesawat Sukhoi SU-35 ini menghabiskan anggaran mencapai USD 1,14 miliar.

Hal ini dusampaikan oleh Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu didampingi Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita pada Konferensi Pers yang berlangsung di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (22/08).

Dikatakan Mehan, Ryamizard, pembelian ini memberikan potensi ekspor ke Rusia yang dapat memberikan keuntungan bagi Indonesia sebesar 50 % dari pembelian Pesawat Tempur tersebut, atau senilai USD 570 juta,"katanya Menhan.

Lanjut dijelaskannya, pengadaan alat pertahanan keamanan (Alpalhankam) ini tertera dalam UU No. 16 tahun 2012 tentang Industri Pertahanan.Terdapat pada pasal 43 ayat 5 (e) dinyatakan bahwa setiap pengadaan Alpalhankam dari luar negeri wajib disertakan imbal dagang, kandungan lokal dan ofset minimal 85% dimana kandungan lokal dan/atau ofset paling rendah 35%.

"Namun pihak Rusia hanya sanggup memberikan ofset dan lokal konten sebesar 35%. Maka dengan ini Pemerintah Indonesia menegaskan kembali bahwa pembelian SU-35 ini dibarengi dengan kegiatan imbal beli yang nilainya 50% nilai kontrak,"urainya.

Dengan adanya kesepakatan tambahnya,  pemerintah Indonesia membeli pesawat sukhoi SU-35 yang disebut sangat canggih dan lebih lengkap tersebut, Pemerintah Rusia sebagai negara penjual berkewajiban membeli sejumlah komoditas Ekspor dari Indonesia,"ucapnya.

Disebutkan juga, sebagai pelaksana teknis imbal beli tersebut pemerintah Rusia dan Indonesia sepakat menunjuk Rostec dan PT.  Perusahaan perdagangan Indonesia (PPI).

"Dalam MoU Rostec menjamin akan membeli lebih dari satu komoditas akspor, dengan pilihan berupa karet olahan dan turunannya, CPO dan turunannya, mesin, kertas, rempah-rempah, tekstil, furniture, produk industri, dan produk lainnya,"terangnya.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang berapa lama kontrak antara Indonesia dengan pihak Rusia dikatakan Menhan masih dalam rundingan.

Sementara Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita menjelaskan mengenai komoditas pemerintah Indonesia masih menunggu konfirmasi dari pihak Rusia. Pemerintah Indonesia katanya tidak hanya melibatkan perusahaan BUMN tetapi juga Swasta.

"Pihak swasta akan dberikan peran yang cukup dan sama, pemerintah juga akan melihat komoditi mana yang akan mendapatkan nilai tambah dan harus ada pertimbangan juga,"imbuhnya.
Reporter: Hendra Hardison

About bidiknusantara com

Terima kasih telah mengunjungi Bidik Nusantara, Untuk informasi publikasi, liputan dan iklan hubungi redaksibidiknusantara@gmail.com atau 081317043003
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar :

Leave a Reply