DLH Akan Tipiring Warga Yang Buang Sampah Sembarangan Di Kabupaten Bogor

DLH Akan Tipiring Warga Yang Buang Sampah Sembarangan Di Kabupaten Bogor

Bidik Nusantara
Selasa, 01 Agustus 2017

KAB.BOGOR-BidikNusantara
Pemerintah Kabupaten Bogor sepertinya tidak main-main dalam menindak masyarakat yang suka buang sampah sembarangan, karena saat ini pemerintah Kabupaten Bogor mulai bulan Agustus 2017 ini akan menindak dengan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) bagi masyarakat yang kedapatan ketangkap tangan membuang sampah sembarangan.

Hal ini di tegaskan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan Sampah pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Atis Tardiana kepada bidiknusantara.com di ruang kerjanya, Selasa (01/08).

Atis Tardiana mengatakan bahwa saat ini pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Satpol PP Kabupaten Bogor dalam sebagai penegak Perda untuk memberikan tindakan. Namun katanya sementara dengan menggunakan Perda Ketertiban Umum karena jika dilakukan dengan perda kebersihan masih menunggu Perbub untuk pelaksanaanya.

"Tindak tipiring kita coba dulu menggunakan Perda Ketertiban Umum, karena yang kita lakukan nanti ada tahapan yaitu peneguran, pembinaan dan penindakan. Sedangkan Perda nomor 2 Tahun 2014 Tentang Pengolahan Sampah di khawatirkan terlalu besar karena di dalam perda tersebut ketentuan terhadap pelanggaran bagi yang membuang sampah dengan denda Rp. 50 juta dan 3 bulan kurungan penjara, sementara untuk tipiring tidak akan begitu,"katanya.

Maka dari itu kata Atis, dalam tipiring ini nanti akan menggunakan Perda ketertiban umum dan yang menentukan besaran denda kepada pelanggar nanti adalah pengadilan. Tapi katanya, untuk tahap awal tipiring ini bukan dendaan lebih kepada peningkatan edukasi dan pemahaman terhadap pengolahan sampah.

"Bagi pelanggar yang ketahuan membuang sampah sembarangan untuk tahap awal, kita tangkap, kita berikan edukasi dan kalau di tangkap baru diberikan tindakan dendaan,'jelasnya.

Untuk tahap awal lanjutnya, tipiring ini akan coba di 5 titik dulu, antara lain salah satu titiknya di jembatan PDAM yang sering di temukan adanya tumpukan plastik sampah, Pertigaan Bojonggede, Flya Over Cibinong, di dekat Kantor BPN Jalan Tegar Beriman, dan jalan arah Gunung Putri.

"Kita akan menempatkan 2 orang petugas di setiap titik, yakni 2 petugas Satpol PP dan 1 petugas dari DLH setiap hari selama 7 hari berturut-turut. Ini kita akan mencoba dulu hingga dirasakan adanya perubahan atau tidak manakala di 5 titik ini tidak ada pembuangan mereka buang kemana,"tuturnya.

Disini juga katanya kita akan ketahui permasalahannya ketika kita mendapati pelanggar, kenapa mereka membuang sampah di tempat tersebut, warga mana dan apakah di lingkungannya tidak tersedia tempat pembuangan sampah.

"Ketika sudah mengetahui permasalahannya baru kita tanyakan ke RT, RW atau lingkungan tempat tinggalnya, andaikanpun ada tempat pembuangan sampah kenapa tidak ikut, berarti orang tersebut hanya mau enaknya aja tapi tidak mau bayar iuran,"tegasnya.

Disini nanti akan kita ketahui permasalahan prilaku orang tersebut membuang sampah sembarangan. Tetapi katanya dilihat dari jenis sampah yang di temukan yang di buang sembarangan ini di duga dari peragang.


"Seperti yang kita temui yang menumpuk di bibir jembatan PDAM setelah di lihat adalah sampah pedagang. Inipun kita akan coba cari solusi, apakah memungkinkan truck pengangkut sampah untuk operasi malam dengan target para pedagang, akan tetapi Mereka tetap bayar retribusi cash hari itu juga. Itu salah satu solusi yang coba nanti kita terapkan,"pungkasnya.
Reporter: Sumburi