Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » » » » Distan Kota Bogor Arahkan Petani Kembangkan Pertanian Organik

BOGOR KOTA-BidikNusantara
Workshop Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Petani yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian (Distan) Kota Bogor dalam rangka konsep agribisnis yang dimana para petani dan Kelompok Tani (Poktan) mulai mandiri, mulai dari menyediakan media tanam, melaksanakan pembibitan, penanaman, pemeliharaannya, panen dan pasca panen. 

Hal ini dikemukakan Kepala Bidang Penyuluhan Pada Dinas Pertanian (Distan) Kota Bogor, Dian Herdiawan dalam memberikan penjelasan tentang tujuan Workshop Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Petani Kota Bogor yang di selenggarakan di aula Dinas Ketahanan Pangan Kota Bogor, Selasa (22/08).

Menurutnya, pada saat panen pihaknya mengharapkan Poktan sudah bisa memilih indukan.

"Jadi, bibit ini tidak beli. Sebagian di jual untuk modal bergulir,"katanya.

Dian juga mengatakan, petani Kota Bogor saat ini di arahkan untuk pertanian organik. Karena hasil tani organik harga bisa lebih tinggi atau lebih mahal dan ramah lingkungan.

"Maka kami berharap nanti kedepan kawasan Poktan menjadi kawasan berbudaya lingkungan (Eco Vilage). Bagaimana masyarakatnya di arahkan untuk menjaga lingkungan dari sampah, karena jika masyarakat mau memilah sampah, sampah organiknya bisa untuk membuat kompos. Sehingga biaya untuk permodalan usaha tani untuk pupuknya tidak harus beli karena mereka dapat membuat sendiri,"jelasnya.

Bahan-bahan tersebut dapat didapatkan dari limbah rumah tangga organik, dari potong-potongan sapuan jalan atau rumput bisa digunakan. Begitupun sampah yang non organik yang bernilai ekonomie bisa di daur ulang kembali melalui bank sampah.

"Nanti, secara gotong royong setiap kelompok tani mempunyai bank sampah uangnya bisa untuk kemajuan menambah modal usaha taninya,"ucapnya.

Karena ini di Kota Bogor katanya, dimana lahan pertanian sangat sempit, maka kami lebih menggerakkan sistim pertanian perkotaan yang di sebut urban farming.

"Jadi memanfaatkan sistim vertikultur dan memanfaatkan barang-barang bekas untuk media tanam penggati plastik pollybag, jadi tidak usah beli mengurangi biaya juga. Yang intinya menuntut kemandirian kelompok tani dengan Go Organik dengan harapan pertanian organik ramah lingkungan berkelanjutan dengan "kita jaga alam, alam jaga kita","jelasnya.

Dian juga menjelaskan Wilayah Kerja Penyuluhan Pertanian (WKPP) yang tersebar di 6 kecamatan, jadi setiap kecamatan berdasarkan banyaknya kelurahan otomatis penyuluh pertanian akan lebih banyak.

"Kita akan mulai melaksanakan pertanian terpadu, tidak hanya pertania tapi ada perikanan dan juga ada peternakan. Kami akan ada pilot project yaitu Taman Interaksi Warga dan Argo Rangga Mekar bersama Kelompok Tani Dewasa (KTD) Nusa Organik dan kelompok Tani Wanita (KWT) Bougenvile yang mengembangkan pertanian organik yang memanfaatkan komposter TPS 3R dan membuat aquaponik dengan memanfaatkan pupuk cair sekitar 5 liter pupuk dengan 100 liter air menjadikan medianya untuk ternak lele dan jenis sayur-sayuran,"paparnya.
Reporter: Sumburi

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply