Anton Siburian: Sat Pol PP Kota Bogor Sengaja Pasang Srikandi Untuk Hadang Aksi Unras

Anton Siburian: Sat Pol PP Kota Bogor Sengaja Pasang Srikandi Untuk Hadang Aksi Unras

Bidik Nusantara
Selasa, 01 Agustus 2017

KAB.BOGOR-BidikNusantara
Menanggapi laporan pelecehan seksual dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor yang dilakukan oleh Mahasiswa dari PMII Kota Bogor pada saat melaksanakan Unjuk Rasa (Unras), Ketua Bidang Aksi dan Pelayanan.

GMKI Cabang Bogor, Anto Siburian bahwa aksi unjuk rasa yang di lakukan oleh teman-teman PMII Kota Bogor pada hari Senin Tanggal 31 Juli 2017 di Kantor Balai Kota Bogor merupakan kegiatan yang lumrah dan berizin karena sudah mendapatkan izin dari pihak kepolisian. Hal ini seperti disampaikan kepada bidiknusantara.com, Selasa (01/08).

Anton menjelaskan, insiden yang terjadi pada hari Senin itu merupakan Insiden yang dimana terjadi dorong mendorong dari peserta unjuk rasa dengan pengamanan dalam hal ini adalah Satpol PP Kota Bogor.

"Pada pengamanan unjuk rasa kemaren itu strategi dari Satpol PP yaitu dengan memasang Srikandi Pol PP di barisan paling depan, padahal tidak ada perempuan dari peserta unras yang merangsek kedepan melainkan hanya laki-laki semua,"katanya.

Teman-teman PMII Kota Bogor ucapnya, saat berunjuk rasa meminta masuk untuk menemui Walikota Bogor tetapi dihadang oleh pengaman dari dari Pol PP, lalu terjadilah aksi dorong mendorong yang menyebabkan terjadinya cheos.

"Dari info yang diterima, kalau penyebab cheos itu gara gara anggota PMII meremas-remas anggota tubuh dari srikandi Satpol PP. Dampak dari kejadian tersebut korban pun melaporkan ke pihak kepolisian dengan Pasal 281 KUHP.

"Menurut saya kejadian tersebut dengan dugaan melanggar Pasal 281 KUHP tersebut adalah hal yang mengada-ada dan tidak Profesionalisme seorang petugas satpol pp.  Secara logikanya adanya unjuk rasa hingga cheos berarti adanya bodycontact,"tegasnya.

Mungkin kata Anton, Satpol PP sengaja memasang barikade srikandi di barisan terdepan apabila ada cheos seperti kemaren dapat membela diri karena perempuan yang ada di depan dan menjadi korban. Teman-teman PMII Kota bogor tidak sedikit yang terkena sikap represif anggota satpol pp.

"Saya sangat menyayangkan jika kejadian kemaren dengan untuk disengaja menjadi dipelintir agar membungkam kegiatan mahasiswa dalam hal berunjuk rasa. Ini bisa menciderai Organisasi Mahasiswa jika memang tidak terbukti dalam tuntutan pidana tersebut,"tukasnya.

Dia berharap kepara Satpol PP, kedepan agar pengamanan mahasiswa berunjuk rasa tidak perlu berlebihan atau bisa membuat sikap represif yang dapat membuat kekecewaan kepada Institutusi satpol pp tersebut.


"Kami dari mahasiswa ketika Unras melindungi perempuan, ini Satpol PP Kota Bogor malah pasang Srikandinya untuk hadang Unras,"pungkasnya.
Reporter: Sumburi.