Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » » » » WOM Finance Cabang Bogor Diduga Culik Aktivis

BOGOR KOTA-BidikNusantara
Pada awalnya Anggi dan Yayat warga Bogor sedang mengendarai sebuah kendaraan bermotor roda 2, namun tiba-tiba tepat diperumahan Griya Katulampa Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, ada sepuluh orang yang berkulit hitam menghentikan laju perjalanan Anggi dan Yayat. Kesepuluh orang tersebut meng-klaim dari WOM finance/lembaga pembiayaan cabang Kota Bogor.

Anggi danYayat dipaksa untuk turun dari singgasananya dan memaksa meminta STNK berikut kunci motor, akan tetapi Anggi dan Yayat menolak permintaan ke-sepuluh orang tersebut. Pada akhirnya Anggi dan Yayat digiring dan dipaksa untuk ikut ke kantor WOM finance yang berlamat di Blok H-I Simpangan Yasmin Kelurahan Semplak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Demikian di ungkapkan korban seperti disampaikan kepada bidiknusantara.com atas peristiwa yang menimpanya melalui rekannya Egi Hendrawan, Senin (15/05).

Dikatakan Egi dalam tulisannya menerangkan, tanpa adanya persetujuan dan kesanggupan dari korban, pada akhirnya saudarqla Anggi dan saudara Yayat digiring dan di angkut oleh kesepuluh orang tersebut dengan penuh paksaan, ancaman dan tekanan.

Dijelaskannya, sesampai di kantor WOM finance, para korban dipaksa dan diancam untuk menandatangani surat penyerahan unit motor. Maka dengan sangat terpaksa dan berat hati, para korban menyerahkan motor berikut STNK ke pihak WOM finance, tanpa adanya penanda tanganan surat penyerahan unit motor, surat tersebtu di tanda tangani oleh pihak WOM sendiri.


"Menurut hukum yang berlaku, tindakan yang dilakukan WOM Finance sudah melanggar ketentuan hukum yang berlaku, diantaranya: Pasal 335, 368, 263, 310 dan 328 KUHP,"jelasnya menirukan ucapan korban Anggi.


Dia menambahkan, karena para korban, tidak pernah memiliki hubungan hukum dengan pihak WOM finance. Sehingga WOM finance tidak pantas melakukan tindakan yang tidak berdasar sebagaimana yang disebutkan diatas. Para korban pada akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke POLRESTA Bogor pada tanggal 16 Mei 2017.


"Kami berharap keadilan dan penuntasan kasus yang tidak memanusiakan manusia sebagaimana manusia. Dan para korban pun berharap, semoga ke depan peristiwa ini tidak dialami oleh warga bogor yang sedang bersinggungan denan finance manapun,"pungkasnya.
Reporter: Sumburi

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply