Update

Bidik Channel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » » » » » » Oknum Pengusaha Tempe Di Duga Gunakan Air Irigasi Yang Terkontaminasi Limbah B3

Tempe hasil produksi
KAB.BOGOR-BidikNusantara
Siapa yang tidak mengenal Tempe ? Tempe merupakan   makanan khas asli  Indonesia, serta digemari oleh hampir   seluruh lapisan masyarakat  Indonesia. Tempe yang berasal  dari fermentasi kacang kedelai  oleh jamur dan memiliki rasa  yang khas dan memiliki  kandungan gizi yang tinggi,   dengan harganya yang relatif  murah, mudah didapat dan  rasanya yang lezat serta mengandung nutrisi kompleks  yang mudah diserap oleh tubuh.
  
Proses pembuatannya pun  relatif mudah, Tempe  dapat  diolah menjadi berbagai macam  olahan makanan dan ditemui  dimana saja mulai dari pasar   tradisional, minimarket,   swalayan dan  pasar modern, sehingga banyak orang yang melirik dan melakukan usaha dibidang tersebut sebagai peluang untuk mendapatkan keuntungan.

Air Selokan yang diduga digunakan Pegusaha Tempe
Bidiknusantara.com menelusuri bagaimana proses pembuatan tempe dilakukan, melalui pengamatan langsung di salah satu tempat pembuatan yang berada di wilayah Galuga tepatnya Kampung Sinar harapan Rt 06/04, ternyata ada 3 orang oknum pengusaha yang diduga menggunakan Air Sungai yang yang terkontaminasi, 1 orang bersebelahan dengan penampungan kotoran dari Rumah Potong Hewan (RPH) Galuga.

Sementara 2 oknum pengusaha lainnya menggunakan Air saluran irigasi yang melalui bengkel las karbit yang kemungkinan mengandung limbah B3, serta melewati rumah warga yang dijadikan tempat pembuangan mandi, cuci kakus dengan cara menampung Air tersebut di bak penampungan.

Kolam Penampungan Untuk Pencucian Bahan Baku Tempe di duga dari aliran irigasi 
Salah satu oknum pemilik sekaligus penjual tempe berinisial UTG memaparkn bahwa sudah 8 tahun produksi disini, sebelumnya dirinya di wilayah Cimanggu II.

"Produksinya saya pasarkan di pasar Leuwiliang, air pam yang kita gunakan untuk merebus kacang kedelai agar matang, setelah itu  kita gunakan air itu,"katanya sambil menunjukan kearah penampungan air yang berasal dari saluran irigasi yang diduga tidak seteril.


"Untuk merendam dan membersihkan kedelai dari kulitnya serta membilasnya sebelum dicampur dengan bahan lain sehingga tempe siap untuk dijual ke pasar leuwiliang,"tutunya menambahkan keterangannya.
Reportase Ilyas/Edoy.

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply