Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » » » » » Kepala Dinas Di Rote Ndao Di Duga Hamili Dua Perempuan

www.bidiknusantara.com
ROTE NDAO-BidikNusantara
Entah disengaja atau tidak, EN  merupakan salah satu pejabat eselon dua dilingkup pemkab Rote Ndao yang terang terang menjalin hubungan gelap dengan SN, warga RT 10/005 Dusun Oedai, Desa Oelua hingga hamil beberapa bulan. Sempat Kasus inipun menjadi  sorotan publik karena EN adalah panutan masyarakat menjadi "pemangsa" masyarakat.

Berhembus kabar angin, EN bersedia bertanggungjawab atas perbuatan bejadnya tersebut dengan cara siap membayar denda adat dan syarat lainnya namun anehnya pemerintah desa setempat mengaku tidak tahu menahu atas persoalan warganya SN. Hal ini memicu persoalan baru karena legalitas hukum adat bisa jadi belum sah karena perjanjian antara EN dan SN hanya janji pribadi. 

Esaul Loe, Penjabat Kepala desa Oelua ketika dikonfirmasi lewat handphone selulernya oleh bidiknusantara.com, Rabu (03/05) pagi mengaku tidak tahu menahu penyelesaian masalah denda adat dari pemerintah desa atas EN yang telah menghamili SN di Oedai, Desa Oelua tersebut sehingga dirinya tidak perlu memberikan informasi terkait persoalan ini.
"Saya tidak pernah tau bahwa ada denda adat dan nikah adat EN dan SN dari desa" kata Loe.

Terpisah, Sekretaris Daerah, drs. Jonas M.Selly.MM ketika dimintai keterangannya terkait dengan tindakan atau langkah yang sudah ditempuh pemerintah daerah terkait nasib EN, karena merupakan pejabat esselon dua di lingkup pemkab Rote Ndao ini mengaku belum mengetahui adanya kasus perselingkuhan EN dan SN ini sehingga pemerintah masih menunggu laporan atau pengaduan dari keluarganya. setelah menerima laporan baru pemerintah memberikan pernyataan sikap pemerintah terkait dengan persoalan ini.

Untuk diketahui, EN menjalin hubungan gelap dengan SN, warga Dusun oedai, Desa Oebela, Kecamatan Rote Barat Laut. dari hubungan ini, SN hamil dan keluarganya melaporkan EN ke Mapolres Rote Ndao. "Terima Teror, Warga Berniat Lapor Bupati".

Masih terkait dengan kasus EN warga Kelurahan Busalangga yang diduga menghamili SN warga Dusun Oedai, Desa Oelua, Kecamatan Rote Barat Laut beberapa waktu lalu berujung pada ancaman lewat Short Message Sender (sms) terhadap salah satu warga di wilayah tersebut.

Korban sekaligus Narasumber, MJM kepada Bidiknusantara, kamis (04/05) malam mengatakan bahwa diduga kejadian ini bermula dari salah paham dari EN dalam menanggapi perkataan dirinya terkait dengan besarnya denda adat atas kasus EN yang menghamili SN dari masyarakat adat Desa Oelua yang terbilang cukup mahal beberapa waktu lalu.

"Maksud saya mau bela bapak EN, karena beliaukan masih saya anggap orang tua sendiri, jadi sebenarnya mau komplain bahwa denda adat itu sangat mahal, kurang dari angka itu boleh karena urusannya sudah di urus secara kekeluargaan" kata MJM.

Oleh karena nada smsnya berupa ancaman, kata dia, dirinya sudah melakukan klarifikasi dengan tokoh adat setempat dan berniat melaporkan hal ini ke bupati Rote Ndao untuk ditindaklanjuti sesuai kapasitasnya yakni "maneleo inahuk" namun hingga kini, dirinya belum sempat bertemu langsung dengan upati Rote Ndao karena kesibukan tugas kedinasan.

"Saya ada bukti sms dari EN dan satu dari semua sms itu bernada ancaman sehingga saya merasa tidak aman"ujar MJM. 
Reporter: Dance Henuk

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply