Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » » » » Terkait Pembanguan Patung Narkoba, KNPI Kota Bogor Akan Memanggil Dirut Perusahaan CSR Yang Membangun

BOGOR KOTA-BidikNusantara
Terkait permasalahan patung pemuda (Patung Anti Narkoba) yang kini sedang di bangun di Simpang Kedung Halang Gate Tol BORR Jalan Sholeh Iskandar menuai kontroversi dari kalangan seniman pamatung terutama pemilik desain patung tersebut, Yana WS karena setelah dilaksanakan pembangunan dikatakan jauh dari rancangan awal.

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bogor, Hasbulloh melalui ketua Komisi Anti Narkoba KNPI, Eka Permana menjelaskan permasalahan tersebut mengungkapkan bahwa pihaknya juga memang kecewa setelah melihat patung tersebut.

Eka Permana menjelaskan, awal rencana pembuatan patung tersebut karena ingin mengganti patung di wilayah itu sebelumnya karena sudah rusak, patung awal merupakan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sebelum pemekaran wilayah. Setelah berkoordinasi dengan Pemkab Bogor melalui KNPI Kabupaten Bogor bahwa KNPI Kota Bogor ingin membangun kembali patung Pemuda (patung Narkoba) di wilayah tersebut.

"Hasil keputusan tersebut akhirnya memutuskan untukn memanggil 7 seni pematung Kota Bogor diantaranya Yana WS, dari hasil seleksi yang dilakukan dengan melibatkan KNPI Kota Bogor, KNPI Kabupaten Bogor, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor dan Bidang Pertamanan DLH Kota Bogor menghasilkan satu pemenang perancang patung tersebut yang terbaik sesuai dengan keinginan kita yaitu Yana WS,"kata Eka saat di jumpai di Kantor KNPI Kota Bogor, Selasa (12/04).

Desain inipun kata Eka, diserahkan kepada Walikota sekaligus menentukan anggaran siapa yang di gunakan untuk membangun patung tersebut, akhirnya Walikota memanggil perusahaan periklanan yang menggunakan area tersebut yang memiliki iklan video tron dengan menggunakan dana CSR perusahaan tersebut.

"Keinginan kita awalanya, ingin patung tersebut ketinggiannya bisa melebihi fly over BORR, akan tetapi pihak CSR hanya memiliki anggaran untuk membangun taman bukan patung sehingga kami siasati agar bagaimana patung bisa berdiri dan taman tetap ada, karena kami inginkan patung bukan taman. Namun hal itu ditolak oleh pihak CSR merasa dananya minim dan menolak desain yang diberikan panitia maka komunikasipun terputus dari saat itu karena menurut pihak perusahaan tersebut pihaknya membuat taman bukan patung,"papar Eka menjelaskan.

Eka juga menjelaskan bahwa saat itu untuk menyakinkan keberadaan patung yang sesuai dengan keinginan, Yana WS dan tim sudah melakukan survey dilokasi dengan mengukur getaran dan sebagainya dan bahkan sudah meminta izin kepada pihak PU PR untuk menggali aspal dan di tambal kembali mengingat bentangan patung agar lebih kokoh.  Bahkan Yana WS sudah menghitung seluruh anggaran yang diperlukan dari proses awal hingga finishing.

"Akan tetapi, karena pihak CSR menolak apa yang kami ajukan akhirnya lost kontak, kemungkinan karena di desak Walikota patung harus berdiri dan harus diresmikan pihak CSR membangun patung sesuai keinginan mereka. Pada dasarnya kami ingin patung yang terbaik dan menjadi kebangaan bagi masyarakat Kota Bogor yang syarat akan pesan edukasi untuk kawula muda agar menghindari pergaulan dan pengaruh Narkoba bukan sekedar berdiri," terangnya.

Eka mengakui dari Gestur dan lainnya setelah melihat patung yang saat ini setengah jadi di bangun oleh pihak CSR sangat jauh dari ekspektasi awal panitia, tidak heran banyak pihak yang menolak keberadaan patung tersebut. Bahkan kata dia, di dalam KNPI sendiri banyak menilai hal yang sama karena tidak sesuai keinginan awal.

"Dari ketinggian sudah jauh dari rencana awal, kalaupun bukan setinggi rencana awal, harusnya gestur, material dan hal-hal teknis lainnya bisa menyerupai rancangan Yana WS. Namun melihat kondisi dilapangan sangat jauh, maka dari itu kami berencana untuk memanggil Direktur perusahaan CSR tersebut untuk melakukan diskusi kembali tentunya melibatkan tim awal agar menyamakan persepsi,"ungkapnya.

Hal ini kata Eka, perlu dilakukan guna mengindari asumsi berbagai pihak terhadap pembangunan patung tersebut dan juga mengingat patung tersebut sudah terbangun sekitar 60 atau 70 persen langkah apa yang harus dilakukan.


"Dalam waktu dekat ini kita akan melakukan diskusi dengan semua pihak terutama Direktur perusahaan tersebut,"pungkasnya.
Reporter: Sumburi

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply