Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » » » » » Seorang Bayi Tertahan, Pelayanan RSUD Leuwiliang Kembali Dipertanyakan

KAB.BOGOR-BidikNusantara
Adanya informasi bahwa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang diduga menahan seorang bayi anak dari Nyonya Khumaeroh warga  Kampung Cikoan RT 001/009 Desa Cibening, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor karena tidak mampu membayar tagihan rumah sakit sebesar Rp.3,5 juta.

Menurut Buyung, salah satu aktivis wilayah Pamijahan mengatakan bahwa dirinya mendapat laporan dari keluarga pasien adanya permasalahan tersebut. pasien atas nama nyonya Khumaeroh masuk RSUD Leuwiliang pada Tanggal 14 April 2017 menggunakan BPJS kelas 3 untuk persalinan dan pada tanggal 17 April 2017 sudah diperbolehkan pulang namun sayangnya sang bayi yang baru dilahirkannya tidak dapat dibawa pulang karena harus melunasi tagihan rumah sakit sebesar Rp.5,3 juta.

"Pasien awalnya tenang karena merasa sudah memiliki kartu BPJS namun tidak mengetahui bahwa BPJS atas nama dirinya tidak bisa untuk mengcover biaya sang Bayi dan harus memiliki BPJS atas nama sendiri,"ujar Buyung seperti disampaikan melalui pesan Whatsapp.

Dikatakannya, atas permasalahan diatas karena masyarakat tidak semua mengetahui regulasi dan aturan yang di keluarkan oleh pemerintah melalui BPJS karena masyarakat merasa sudah memiliki kartu BPJS sudah tenang dan tidak mengetahui harus mengurus BPJS atas nama calon bayi.


"Hal-hal ini harus di sosialisasikan ke masyarakat melalui petugasnya dilapangan. Saat kami coba meminta kebijaksanaan terkait kepulangan pasien, pihak ruma sakit yang wakili oleh staf kasir Bapak Nana dan Deni yang melalui sms. Pak nana berkata tidak bisa pulang, kalau mau pulang sekarang pasien/ keluarga harus membayar full dengan nomina lebih kurang Rp.3,6 juta, sedangkan keluarga pasieun hanya punya uang Rp. 600 ribu sementara dokter sudah mempersilahkan pasien pulang dari hari senin.  Kalau begini pihak rumah sakit sudah melakukan penyandraan/penahanan,"kacamnya.


Mendapat informasi tersebut mengundang reaksi berbagai elemen terutama para aktivis wilayah Barat Kabupatan Bogor, seperti di katakan Buyung bahwa masalah ini berulang kali di terjadi di RSUD Leuwiliang dan selalu berhadapan dengan masyarakat kelas menengah kebawah.

Seruan aksipun mencuat dari para aktivis seperti diungkapkan Ruhiyat Saujana, Ali Taufan Vinaya, Dian Pribadi, Farid Ma'ruf dan sejumlah aktivis lainnya guna mengatasi permasalahan ini untuk meminta pertanggung jawaban pihak tumah sakit.

"DIAM DI TINDAS, ATAU BANGKIT UNTUK MELAWAN.... KARENA MUNDUR ADALAH SEBUAH PENGKHIANATAN...!!!,"judul kalimat seruannya.

Berikut isi seruannya:
Salam Perubahan Menuju Kabupaten Bogor Yang lebih Baik.

Kepada Yth
Kawan kawan Aktivis, Para Mahasiswa, Agen Agen Perubahan Di Kabupaten Bogor.


Hari ini, Pihak RSUD Lw Liang membuat ulah. Seorang bayi Yang baru lahir, yang tidak tahu apa apa, bahkan tidak mengerti apa apa harus menanggung beban kesulitan.

Bayi tersebut A/n bayi nyonya khumaeroh kp cikoan rt 001 rw 009 desa cibening kec pamijahan belum bisa pulang hanya di karenakan saat lahir beliau harus di operasi cesar dan memiliki kelainan.

Kawan kawan, Kalau hari ini terjadi terhadap bayi Dari Ibu Khumaeroh,  Tidak tertutup kemungkinan besok atau lusa hal itu bisa terjadi sama diri kita. Bisa terjadi sama saudara kita.

Kawan kawan, Tidak akan pernah terhitung berapa kali kita sudah turun ke jalan. Tidak akan pernah terhitung, Berapa Kali kita melakukan aksi Demo.



Kawan kawan...
Kita pernah teriak Tentang Kekosongan Wakil Bupati.
Kita pernah Teriak Tentang Persoalan Silpa. 
Kita pernah teriak tentang masalah petani ikan Pamijahan.
Maka pertanyaan selanjut nya... kenapa kita harus diam melihat Persoalan masalah Ini.

Dan ini bukan untuk yang pertama kali nya terjadi.

Maka dari itu, Menyerukan kepada seluruh Kawan kawan, Para Mahasiswa dan seluruh Aktivis Serta Agen Agen Perubahan di kabupaten Bogor Untuk Turun Kembali Turun ke Jalan Menuntut :
1. GANTI KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN BOGOR.
2. GANTI DIRUT RSUD LW LIANG.

3. SERET DAN ADILI PARA MAFIA KESEHATAN DI KABUPATEN BOGOR
Reporter: Sumburi

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

3 komentar:

  1. Bisa gak kalau kasih berita tuh berimbang. Kalau niat mau bantu mah gak gini caranya broh.. sis.. bantuin dong urus2 surat2nya.. bukan malah bikin rame n memperkeruh suasana. Atau kasih bantuan dana gituh..kan skrg udah gampang ada medsos, tgl share utk bantuan dana gampang deh. Jangan hanya menyalahkan pihak RS saya. Rs hanya menjalani prosedur yg ada, dan itu memang ketentuan dr pihak bpjs. Pasien sdh tertangani dg baik. Tinggal pasiennya menyelesaikan kewajibannya.. gitu aja kok repot.

    BalasHapus
  2. Bisa gak kalau kasih berita tuh berimbang. Kalau niat mau bantu mah gak gini caranya broh.. sis.. bantuin dong urus2 surat2nya.. bukan malah bikin rame n memperkeruh suasana. Atau kasih bantuan dana gituh..kan skrg udah gampang ada medsos, tgl share utk bantuan dana gampang deh. Jangan hanya menyalahkan pihak RS saya. Rs hanya menjalani prosedur yg ada, dan itu memang ketentuan dr pihak bpjs. Pasien sdh tertangani dg baik. Tinggal pasiennya menyelesaikan kewajibannya.. gitu aja kok repot.

    BalasHapus
  3. Sy sama temen ada niat mau galang donasi, tp takutnya sudah ad lsm dibelakang keluarga pasien, kl gtu percuma dong donasinya...

    BalasHapus