Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » » » » Paska Insiden Berdarah Puncak, Gabungan Laka Lantas Dan Dishub Lakukan Olah TKP

KAB.BOGOR-BidikNusantara
Menindak lanjuti peristiwa berdarah yaitu tabrakan beruntun melibatkan 6 unit kendaraan yang memakan korban jiwa di Jalan Raya Puncak Tanjakan Selarong, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Sabtu Kemarin.

Tim gabungan dari Unit Laka Lantas Polres Bogor bersama Dinas perhubungan (Dishub) melakukan olah TKP bersama anggota Road Accident Rescue and Traffic Accident Analysis (RAR-TAA) di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Jalan Raya Puncak, Tanjakan Selarong, Desa Cipayung Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor, Minggu (23/04).

Hadir dalam kesempatan tersebut Dirlantas Polda Jabar, Kombes Tomex Korniawan yang memberikan pengarahan kepada anggota RAR-TAA dan unit Laka Lantas Polres Bogor mengenai pembagian tugas pada saat olah TKP.

Kegiatan yang dilakukan oleh tim gabungan ini antara lain, melaksanakan screening TKP, pengukuran serta penandaan TKP dan Fotogrametri, koordinasi dengan Dishub Provinsi/Kota, PT. Jasa Raharja, PPK Jalan Nasional Ciawi Puncak, APM merk Ran Bus HINO. Melaksanakan FGD (Focus Group Discussion) dengan Dishub Provinsi/Kota, PPK Jalan Nasional Ciawi Puncak,   PT. Jasa Raharja dan APM Bus Merk HINO mengenai Asistensi Laka Lantas Atensi di Jalan Raya Puncak Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor.

Atas peristiwa ini masyarakat banyak memberikan masukan bahwa uji kelaikan kendaraan Bus penumpang harus benar-benar di perhatikan oleh instansi terkait agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.

Seperti di katakan Adi Prabowo, dirinya meminta Kapolres Bogor harus melakukan razia rutin kepada Bus-Bus yang beroperasi khusus yang melintasi jalur puncak mulai dari Prapatan Ciawi maupun simpang Gadog. Hal ini perlu dilakukan supaya kejadian seperti rem blong yang menimpa Bus Hino hingga mengakibatkan tabrakan beruntun tidak terulang lagi,"pintanya.

Sementara itu, Muhamad Muksin warga setempat mengatakan, bila pada saat One Way dilaksanakan, Bus-Bus biasanya tancap gas seolah melintasi jalan Tol, padahal jalan yang dilalui merupakan jalan yang di penuhi masyarakat untuk beraktifitas. Dalam kesempatan itu, dirinya bersama masyarakat wilayah puncak menolak di berlakukan One Way dan menolak bus-bus rongsok melintasi jalur puncak.


"Coba lihat kalau one way bus-bus itu dioperasikan semaunya, dia tancap gas  kaya di jalan tol padahal disamping-sampingnya bayak masyarakat, rumah warga subhanalloh. Anak-anak dan orang tua mau nyebrang ngeri lihat ya. Tolong bapak-bapak dewan upaya apapun sudah kami tempuh untuk mencari solusi one way, kami butuh bantuan mudah-mudahan bapak-bapak terketuk hatinya untuk memperjuangkan nasib kami warga puncak!!!!!,"pintanya.
Reporter:Sumburi

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply