Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » » » » Oknum PT BPR Bank Pinang Artha Di Duga Melakukan Manipulasi Dokumen Pengajuan Pinjaman

TANGERANG-BidikNusantara
Berawal dengan kedatangan surat pada tanggal 17/09/15 dari PT.BPR Bank Pinang Artha Alamat Jalan KH.Hasyim Ashari Pinang Griya Permai Ruko No.10 - 11 Kota Tangerang, Banten dengan Nomor 127/KRE/P.T&B/PA.01. /IX/15 Perihal Pengosongan Tanah dan Bangunan atas nama almarhumah JAHRO yang beralamat di Desa Buaran Jati RT 001/003, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Banten Sertifikat Hak Milik (SHM) 459 No Bidang 439, Luas 737 meterpersegi.

Pihak keluaraga atau ahli waris menolak untuk mengosongkan tanah dan bangunan atas nama almarhumah JAHRO dengan melayangkan surat melalui kuasa pada tanggal 09/01/17 dengan nomor surat spesial rakyat RI dengan perihal dimohon ke pimpinan PT.BPR Pinang Artha agar segera mengembalikan kepada ahli waris almarhumah JAHRO karena dokumen pengajuan kredit tidak sesuai dengan kondisi yang sesunguhnya sebagai mana telah di jelaskan melalui somasi pada tanggal 09 Januari 2017, bahwa almarhumah tidak pernah menjaminkan sertifikat hak miliknya kepada PT. BPR Bank Pinang Artha dan orang yang ada di photo oleh pihak survey dari PT. BPR Bank Pinang Artha itu bukan photo Ibu JAHRO dan belum pernah membuat NPWP serta pemberkasan yang di gunakan sebagai persyaratan kredit atau pinjaman adalah bukan produk hukum dari Desa Buaran Jati dan Kecamatan Sukadiri serta almarhumah Jahro tidak pernah mempunyai anak yang bernama Samlawi sebagai mana yang tercantum dalam kartu keluarga yang digunakan sebagai persyaratan kredit atau pinjaman.

"Adanya surat kematian yang dilampirkan sebagai persyaratan atau pemberkasan di manipulasi padahal atas nama Umar Tandi Ependi  masih hidup sampai saat ini serta yang di jadikan obyek jaminan bukanlah rumah almarhumah Jahro kerena almarhumah Jahro tinggal di Desa Buaran Jati RT 001/003 Kecamatan Sukadiri Kabupaten Tangerang Banten,"ungkap David salah satu ahli waris.

David menjelaskan, almarhumah Jahro tidak pernah melakukan usaha limbah dan Objek Pajak (NOP) yang di gunakan bukanlah menunjukan lokasi yang dijadikan objek jaminan dan sekitar Agustus tahun 2011 sudah mulai sakit-sakitan dan tidak bisa berjalan jauh, ketika berjalanpun harus di bantu dengan alat bantu yaitu tongkat.

"Pihak keluarga hanya menginginkan agar pihak PT. BPR Bank Pinang Artha mau mengembalikan sertifikat rumah ke ahli waris dengan tanpa syarat apapun.

Menurut pihak kuasa pendampingan dari ahli waris, Muktar (37) menerangkan bahwa pihak pemerintah Desa Buaran jati dan Kecamatan Sukadiri Tidak pernah mengeluarkan berkas yang di jadikan persyaratan kredit atau tidak terdaftar di pemerintahan setempat.


"Kami sudah melaporkan ke Polres Kota Tangerang dan mengajukan pemblokiran kepada kepala Badan Pertanahan Nasional dan kami juga mengirimkan yang  di Tembusan ke pada Gubernur Bank Indonesia, PPATK, OJK, BPK, Badan Lelang , Kecamatan Sukadiri dan Desa Buaran Jati,"jelas Muktar.
Reporter: Syarief H.

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply