Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » » » » Mobil Siaga Desa Kembali Di Soal

Foto: ilustrasi
KAB.BOGOR-BidikNusantara
Belum meratanya pembagian mobil siaga desa di Kabupaten Bogor, menjadi pertanyaan bagi beberapa warga desa yang belum mendapatkan mobil operasional tersebut. Salah satu diantaranya warga diwilayah desa Citeureup, Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor.

Bahkan menurutnya, untuk mendapatkan mobil siaga desa tersebut pihak desa haris menyetorkan uang senilai Rp 30 juta ke salah satu anggota dewan dengan alasan untuk pajak.

"Disini belum ada mobil siaga desa. Kata pihak desa kalau mau dapat mobil siaga desa harus menebus 30 juta ke anggota dewan, katanya sih untuk pajak," ujar salah seorang warga Desa Citereup, Kecamatan Citereup, yang tidak ingin disebutkan identitasnya. 

Saat dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala desa Citereup Gugun Wiguna menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Bahkan mengaku dirinya belum mengetahui proses pencairan dana bantuan mobil siaga desa.

"Saya gak pernah bilang seperti itu, dan saya juga belum tahu alur nya seperti apa. Yang jelas saya sudah melakukan prosedur sesuai ketentuan, salah satunya dengan cara membuat proposal pengajuan permohonan mobil siaga," jelasnya melalui whats app messengger, Senin (3/4/17).

Menurutnya, hingga saat ini desa yang di pimpinnya memang belum mendapatkan kendaraan operasional untuk kebutuhan masyarakat yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.

"Kalau soal pemotongan saya juga belum tahu, karena memang belum dapat  bantuan mobil siaga desa dari Pemda. Tetapi untuk kebutuhan warga, saat ini kami sudah punya dari CSR Indocemnt," ungkapnya.

Terpisah, Kasubid Pendapatan dan Kekayaan desa pada Dinas Pemberdayaan Masayarakat Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Bogor Achsan Maulana menuturkan, pada tahun 2016 menyisakan 53 desa yang anggarannya belum sempat tercairkan karena keterlambatan kliring BRI ke rekening kas desa.

"Biarkan isu itu berkembang sedemikian rupa, tapi mudah-mudahan itu tidak benar. Sebelumya, DPMPD dan dinas keuangan Pemerintah Kabupaten Bogor di akhir tahun 2016 sudah mengirimkan SP2D ke BRI, hanya saja BRI saat itu sedang tutup buku dan tidak sempat mengkliring ke desa-desa. Oleh karena itu, dilanjut pada tahun 2017 ini,"tututnya saat ditemui Wira Desa di kantornya, Senin (3/4/17).

Menurutnya, pihak desa tidak harus lagi mengajukan permohonan pencairan dana bantuan pengadaan  mobil siaga desa karena datanya sudah ada di DPMPD, tetapi cukup menyampaikan nomor rekening pribadi. "Sampai saat ini, informasi dari dinas keuangan tinggal tujuh desa yang belum di distribusikan karena nomor rekeningnya belum sampai ke DPMPD," jelasnya. 

Achsan mengatakan, bahwa bentuk bantuan yang diberikan berupa uang tunai dengan besar anggaran senilai Rp160 juta yang ditransfer langsung ke rekening desa untuk dibelikan kendaraan dengan spesifikasi yang sudah ditetapkan diantaranya, 1500 cc dengan kondisi mobil baru dan di pasang sticker bertuliskan mobil siaga desa serta wajib berplat merah. "Dalam menyalurkan program bantuan pemerintahan tidak ada istilah tebus menebus atau beli membeli," tegasnya.

Ia juga meminta kepada kepala desa yang telah merealisasikan anggaran untuk segera menyerahkan SPJ atau melaporkan bukti pembelian mobil siaga tersebut. "Untuk kepala desa yang sudah menerima dana bantuan mobil siaga desa dan sudah merealisasikan agar segera mungkin mengyerahkan SPJ nya," pungkas Achsan Maulana.
Reporter: SUM/IB

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply