Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » » » » Mahasiswa dan FKP2B, Mempertanyakan Klarifikasi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi

KAB.BEKASI-BidikNusantara
Sejumlah mahasiswa yang tergabung bersama Forum Komunikasi Pedagang Pasar Baru (FKP2B) Cikarang terkait penolakan revitalisasi Pasar Baru Cikarang dengan mengunakan sistem BOT (Bluid Operate and Transfer) mempertanyakan klarifikasi H. Daris selaku Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi soal revitalisasi Pasar Baru Cikarang adalah idenya, seperti disampaikan kepada redaksi bidiknusantara melalui Rizky Irwansyah, Jumat(14/4).

Menurut H. Daris saat menemui peserta Aksi Tolak BOT Jilid IV (Senin, 10 April 2017) mengatakan bahwa revitalisasi Pasar Baru Cikarang adalah murni dari idenya pada saat dirinya masih duduk sebagai Komisi 2 (dua).

Sementara dalam pernyataan DPRD Kabupaten Bekasi saat dimintai klarifikasi oleh Ombudsman RI menyatakan bahwa revitalisasi Pasar Baru Cikarang merupakan keinginan dari pedagang yang terhimpun dalam Masyarakat Pedagang Pasar Cikarang (MPPC). (14/4)

Aang Jamasari mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Pelita Bangsa mengatakan, klarifikasi yang dilontarkan oleh H. Daris selaku Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi mengundang pertanyaan besar bagi masyarakat Kabupaten Bekasi khususnya para pedagang.

"Apa yang H. Daris katakan pada saat menemui peserta aksi Tolak BOT Jilid IV sangat bertentangan dengan pernyataan DPRD Kabupaten Bekasi pada saat dimintai keterangan oleh Ombudsman RI. Lalu yang benar yang mana,"ucapnya menanyakan.

Aang selaku Seketaris BEM STT Pelita Bangsa menambahkan, "ketidaksesuaian antara yang disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi pada saat menemui peserta aksi dengan Ombudsman RI membuktikan bahwa adanya indikasi kongkalikong di semua pihak DPRD untuk tetap menjalankan sistem BOT untuk revitalisasi pasar yang jelas menindas para pedagang,"tegas Aang.

Hal sama dilontarkan oleh Rizki Irwansyah menjelaskan bahwa pernyataan H. Daris justru menimbulkan pertanyaan dasar terkait keabsahan keterangan yang disampaikan oleh pihak DPRD Kab. Bekasi kepada Ombudsman RI.

Lanjut,  menyebutkan dengan "H. Daris mengatakan bahwa revitalisasi Pasar Baru Cikarang merupakan idenya, tentu itu menjadi dasar bahwa DPRD Kab. Bekasi telah melakukan kebohongan pada Ombudsman RI maupun Publik," beber Rizki mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah ini.

Editor: Sumburi (Red BN).







«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply