Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » » » » » Lorin Sentul Hotel Ajak Masyarakat Olah Sampah

KAB.BOGOR-BidikNusantara
Dalam rangka memberikan pahaman masyarakat terhadap pengelolaan sampah kepada masyarakat, Lorin Sentul Hotel menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah berbasia masyarakat bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor yang melibatkan seluruh tokoh  masyarakat Ketua RT, Karang Taruna dan PKK di 2 RW di Desa Sentul, Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor tepatnya yang berada dekat dengan lingkungan Lorin Sentul Hotel yang berlangsung di ballrom Lorin Sentul Hotel, Selasa (25/04).

Hadir dalam kegiatan, Komisaris PT Hotel Sarana Sirkuitindo, H Tinton Suprapto, General Management (GM), Heri Haryosa beserta jajarannya, Camat Babakan Madang, Yudi Santosa, Kabid Pengelolaan Sampah pada DLH Kabupaten Bogor, Atis Tardiana, Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa Desa Sentul.

Dalam kesempatan itu, Komisaris PT. Hotel Sarana Sirkuitindo, H. Tinton Suprapto mengatakan dirinya sangat apresiasi sosialisasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang di laksanakan hari ini karena akan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah agar tidak merusak lingkungan.

"Sejauh ini saya melihat masyarakat sering membuang sampah sembarangan hingga merusak keindahan lingkungan apa lagi banyak memenuhi selokan yang ada yang justru mencemari lingkungan. Hal ini justru dapat mengganggu lingkungan hotel terutama kenyaman hotel, yang terpenting bagi saya adalah hasil dari kegiatan ini dapat direalisasikan, satu-satunya Hotel tanpa pagar pembatas adalah Lorin Sentul Hotel karena pagarnya adalah masyarakat sekitar,"katanya.

Hal yang sama juga disampaikan GM Lorin Sentul Hotel, Heri Haryosa bahwa setelah mendapatkan ilmu dalam soasialisasi kali ini sudah harus bisa dilaksanakan oleh masyarakat.

"Awalnya saya berkoordinasi dengan Pak Atis dari DLH bagaimana untuk mengurangi sampah yang dibuang oleh masyarakat agar dibuatkan tong sampah di area warga dan pengangkutannya sekaligus mengangkut sampah hotel dan biaya pengangkutannya di tanggung oleh hotel. Namun Pak Atis menyarankan pola lain yaitu membentuk pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan membentuk kelompok bank sampah sehingga sampah-sampah yang tadinya ditakuti malah menghasilkan nilai ekonomi," katanya.

Heri menegaskan bahwa pelaksanaan pengolahan sampah berbasis masyarakat harus segera terbentuk setelah kegiatan sosialisasi ini, karena hal ini merupakan bentuk kepedulian kita semua terhadap lingkungan yang bersih, indah dan nyaman serta bebas dari sampah. Untuk formula sendiri kata Heri diserahkan kepada DLH dan pendamping yang akan memberikam edukasi kemasyarakat terkait pengelolaan sampah baik melaui pembetukan bank sampah maupun komposter ataupun sistim pengelolaan lainnya, dari pihak hotel akan memberikan fasilitas penuh kepada kegiatan ini yang bertujuan agar pengelolaan sampah bisa dilaksanakan oleh masyarakat sendiri atau selesai ditempat tanpa merusak lingkungan.

"Bila melihat paparan dari motivator Ibu Wilda dari PT Xavira Global Energy yang sudah sangat paham dalam pengelolaan sampah sangat efisien apa lagi sampah tidak menjadi momok tetapi dapat menjadi ladang usaha baru bagi masyarakat dalam meningkatkan ekonomi dari usaha pengolahan sampah. Makanya tindak lanjut dari sosialisasi hari ini kita teruskan dengan pembentukan kelompok pengelolaan di setiap RT maupun RW terutama di 2 RW Desa Sentul yang berdekatan dengan Lorin Sentul Hotel, Sirkuit maupun Palm Hills, minimal satu kelompok di satu RW kita jalankan biar dapat menjadi inspirasi bagi warga lainnya,"tutur Heri.

Harapan itupula yang dikemukakan oleh Camat Babakan Madang, Yudi Santosa bahwa dengan adanya sosialisasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat ini mampu di wujudkan di wilayah Kecamatan Babakan Madang pada umumnya dan khususnya bagi warga Desa Sentul yang sudah mendapatkan penjelasan mengenai pengelolaan sampah hari ini. Dia berharap desa-desa di Babakan Madang mulai menggerakan masyarakat untuk mengelola sampah, bila perlu anggaran pengelolaan sampah di masukan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) dengan memanfaatkan Dana Desa yang bersumber dari APBN karena tahun ini DD yang akan di terima oleh desa sudah cukup besar yaitu berkisar di angka Rp 1 Miliar perdesa.

"Kita harus wujudkan apa yang menjadi bahasan hari ini agar dapat terlaksana di masyarakat, apa lagi dukungan dari Lorin Sentul Hotel yang memberikan kesempatan yang luas, tinggal bagaimana membentuk tata kelola. Saya sangat apresiasi kegiatan hari ini dari DLH Kabupaten Bogor yang di fasilitasi oleh Management Lorin Sentul Hotel yang telah melibatkan masyarakat dalam rangka memberikan sosialisasi pengolahan sampah kepada masyarakat Desa Sentul,"ungkap Yudi.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Atis Tardiana mengatakan pihaknya akan terus mendampingi masyarakat untuk membentuk kelompok pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan di bantu oleh pendampingan dari motivator yang dilibatkan dalam kegiatan ini.

"Besar harapan kami kegiatan ini dapat diwujudkan di lingkungan masyarakat dengan membentuk kelompok pengelolaan dan satu-satunya pengusahaan hotel yang melibatkan diri dalam kegiatan seperti ini di Kabupaten Bogor baru Lorin Sentul Hotel yang sudah sangat peduli kepada lingkungan masyarakat sekitar, semoga sinergitas ini dapat terjalin lebih lanjut dengan semua stake holder yang ada,"tuturnya.

Atis juga menyampaikan bahwa dengan jumlah penduduk Kabupaten Bogor di angka 5,3 juta jiwa saat ini sudah tidak memungkinkan mengandalkan pemerintah dalam pengelolaan sampah, karena sampah yang di hasilkan masyarakat perhari bisa mencapai puluhan ribu ton sementara daya angkut armada yang ada tidak mencukupi.

"Belum lagi mengandalkan TPA seperti galuga sudah tidak bisa tertampung, walaupun kedepan Kabupaten Bogor membuka TPA Nambo tetapi dengan melihat kapasitas sampah yang di hasilkan masyarakat tidak bisa tertampung seiring meningkatnya pertumbuhan penduduk di tambah dunia usaha yang sudah pasti menghasilkan sampah. Dengan dibentuknya pengelolaan berbasis masyarakat sampah dapat mengurangi beban atau daya tampung TPA karena bisa selesai di tempat yaitu itu dengan sistim pengelolaan berbasis masyarakat membentuk bank sampah, sehingga sampah-sampah dapat diolah di tempat dan mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat,"paparnya.

Social Enterpreneur dari PT Xavira Global Energy, Wilda Yati sebagai motivator yang sengaja diundang oleh DLH Kabupaten Bogor untuk memberikan motivasi kepada para peserta memaparkan bahwa dirinya sebelum menjadi seorang enterpreneur adalah seorang ibu rumah tangga biasa, dia memulai kegiatan wira usaha pengelolaan sampah di mulai pada tahun 2007 lalu yang kini sudah memiliki sekitar 1000 usaha binaan skala RT dalam pengelolaan sampah.

Wildah mengatakan, kegiatan wira usaha pengolahan sampah ini dimulai dengan mengedukasi masyarakat mulai memilah sampah dari sumber yaitu rumah tangga, sampah-sampah tersebut di bagi 5 jenis antara lain Sampah Organik, Anorganik, Sampah B3 seperti pembalut, bahan kimia dan lain sebagainya.

"Semua sampah ini dapat bernilai dan tidak ada yang terbuang jika sudah dilakukan pemilahan dari awal. Dan yang paling menggaggu adalah mengelola sampah organik karena di anggap bau dan menjijikan, namun jika sudah dilakukan pemilahan dari awal tidak ada masalah dan langsung bisa di olah untuk pupuk, begitupun dengan jenis sampah lainnya hingga beling dapat diolah dan bernilai,"ujar wanita yang menyebut dirinya pemulung nasional ini.

Wanita yang kini memiliki penghasilan Rp 10 miliar perbulan dari hasil usaha pengelolaan sampah ini juga mengatakan bahwa pihaknya siap memberikan pendampingan kepada kelompok usaha pengolahan masyarakat termasuk infrastruktur dan pasar bahkan tata kelola sistim management Bank Sampah yang baik.

"Bila masih kesulitan dalam melakukan tata kelola kami siap memberikan pendampingan baik dari tata kelola, management dan pasar. Kami juga akan akan memberikan mesin pengolahan baik skala RT, RW Desa atau Keluarahan bahkan sampah kawasan seperti hotel dan skala usaha lainnya,"papar Wilda.
Reporter: Sumburi

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply