Update

Bidik Chanel

Peristiwa

Pendidikan

Pariwisata

Sejarah

Infotainment

Galery

» » » » » » » » » Kemacetan, kecelakaan dan Sejuta Permasalahan Wilayah Puncak Bogor Menggurita Tak Terurai

KAB.BOGOR-BidikNusantara
Persoalan wilayah puncak hingga kini masih menggurita seolah tak pernah terpecahkan oleh pemerintah, berbagai desakan oleh masyarakat sekitar melalui berbagai aksi yang bertujuang untuk mendesak pemerintah daerah dan pusat agar mencari solusi terhadap persoalan puncak seolah di anggap angin lalu oleh pemerintah.

Berbagai aksi yang di lakukan oleh masyarakat dalam rangka mendorong kebijakan pemerintah telah di lakukan seperti dilakukan survei jalur alternatif untuk pembangunan jalur lingkar utara dan selatan bersama sekda Kabupaten Bogor, Adang Suptandar bersama muspika 3 wilayah Ciawi, Megamendung dan Cisarua dan puncaknya adalah pengumpulan Koin Peduli puncak yang bertujuan sebagai jawaban keresahan masyarakat terhadap persoalan puncak.

Hingga terjadi peristiwa berdarah tabrakan beruntun di Tanjakan Selarong, jalan Raya Puncak tepatnya di Desa Cipayung Kecamatan Megamendung sampai menelan banyak korban jiwa dan bahkan di antaranya korban terdapat Kepala Desa Citeko, Kecamatan Cisarua dalam insiden tersebut.

Tanggapan masyarakat sekitar dengan dilakukan razia terhadap bus dan truck yang akan melintasi wilayah puncak (Senin (24/04) sangat memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian dan Dishub karena dapat menekan terjadinya peristiwa serupa, bahkan pagi ini terjadi lagi kecelakaan di wilayah Tugu Selatan Kecamatan Cisarua.

Salah satu masyatakat setempat, Masjoeki menilai,sudah menjadi hal biasa di NKRI ini bila ada aksi setelah ada peristiwa oleh aparat terkait, namun yang dibutuhkan adalah pencegahan yang dibutuhkan.

"Kalau sesaat ya biasanya di NKRI itu hal yang biasa..menjelang reda tanggapan dan/atau protes warga sampai dengan munculnya hal yang baru. Atas tragedi selarong diperlukan ketegasan Polri dan Dishub tentang pemberian izin layak dengan standar yang jelas serta dengan mentalitas orang yang ada di dishub supaya tidak main mata pada saat kir kendaraan.

Hal lain diungkapkan Abi Anom yang mengatakan bahwa intinya warga puncak khususnya sudah gerah dengan aturan Lantas di jalur puncak yang sembrawut.

"Intinya kami warga puncak khususnya sudah merasa gerah dengan aturan lantas di jalur puncak yang semberaut, sudah macet ada pengawal liar. Sementara warga kami sekalipun sakit yang meninggal sampai mau nikah tidak ada polisi yang ngawal. Maaf bukan karena di tambah sering ada tragedi yang di sebabkan bus, bulan-bulan ini menjelang puasa kami tokoh ulama tokoh masyarakat dan santri jalur puncak akan mendatangi Polres Bogor dan Dishub,"katanya.

Sunyoto juga mengungkapkan, tidak ada jalan lain selain menambah jalan di puncak, jalan alternatif utara selatan. Lebarkan jalan raya puncak, bangun trotoar, remajakan Angkot diganti yang lebih memadai, dikelola oleh pemkab, pemilik angkot sebagai penyaham,"sarannya.

Hari ini kata Sunyoto, 34 ribu kendaraan masuk wilayah puncak. "Apakah cukup lebar jalan raya puncak  menampung itu semua jika tidak di bangun jalan alternatif baru yang memadai,"tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Oktora, jalan dilebarkan dan fungsikan uang pajak jalan, upeti kembali buat masyarakat.

"Lebarkan jalan, pungsikan uang pajak jalan, upeti kembali buat masyarakat,"tandasnya.
Reporter: Sumburi

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply